Konferensi Nasional Kelapa (KNK) VIII, Jambi, 21-22 Mei

Kalender Kegiatan

AGENDA KEGIATAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian akan menyelenggarakan Konferensi Nasional Kelapa (KNK) VIII, pada tanggal 21-22 Mei 2014 di Jambi. KNK kali ini mengambil tema “Pengembangan bioindustri kelapa berkelanjutan berbasis inovasi teknologi ramah lingkungan”.

Kelapa (Cocos nucifera L.) termasuk jenis tanaman palma yang serbaguna dan lebih dikenal dengan “Tree of life” dan tersebar pada hampir seluruh wilayah Indonesia. Kelapa dapat tumbuh pada ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut. Semua bagian tanaman kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk pangan dan non pangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi ekspor jika diusahakan dengan baik.

Sehubungan dengan isu lingkungan, kesehatan, dan strategi pembangunan pertanian ke depan yang berbasis bioindustri, maka upaya pengembangan kelapa sebaiknya diarahkan pada pengembangan sistem bioindustri berkelanjutan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan berbagai inovasi teknologi unggulan.

Bioindustri berkelanjutan memandang lahan pertanian tidak semata-mata merupakan sumberdaya alam namun juga industri yang memanfaatkan seluruh faktor produksi untuk menghasilkan pangan untuk ketahanan pangan,  produk lain, maupun produk yang dapat dikelola menjadi bioenergi serta bebas limbah dengan menerapkan prinsip mengurangi, memanfaatkan kembali dan mendaur ulang (reduce, reuse and recycle).

Salah satu strategi baru pengembangan industri kelapa yang perlu digagas adalah Skenario Baru Bioindustri Kelapa Nasional yang berkelanjutan. Konsepsi baru industri kelapa nasional diarahkan sebagai food base industry yang memiliki nilai tambah lebih baik. Industri makanan dan minuman yang berbasis daging dan air kelapa, memiliki nilai tambah (added value) yang lebih tinggi dibandingkan dengan komponen buah kelapa yang lainnya, seperti: Coconut Milk, Coconut Cream, Dessicated Coconut, minuman Isotonic, dll dan mengintegrasikannya dengan prinsip “zero waste concept” sehingga semua bagian tanaman, seperti sabut kelapa, tempurung, air kelapa dapat dimanfaatkan untuk siklus hidup lainnya.

Bioindustri kelapa nasional yang berkelanjutan merupakan salah satu wujud dukungan terhadap visi pembangunan pertanian Indonesia pada kurun waktu 2013-2045 yaitu terwujudnya sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat, energi, dan produk bernilai tambah tinggi dari sumberdaya hayati pertanian. Pada gilirannya usaha pengembangan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa serta melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Selengkapnya Download Leaflet-KNK8-h-1.jpg, Leaflet-KNK8-h-2.jpg, Formulir-KNK-8.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *