Komisi IV DPR RI dukung implementasi SISKA wujudkan peningkatan produktivitas daging Sapi

Berita Media Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kep. Bangka Belitung, Selasa (3/3/2020). Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedy Mulyadi didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjry Jufry, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs. Abdul Fatah, MSi, beserta jajaran terkait.

Pada kesempatan tersebut, anggota Komisi IV DPR RI dan Kepala Balitbangtan meninjau lokasi kampung integrasi sawit sapi dan meninjau implemenasi program Sistem Integrasi Sawit di Perkebunan Kelapa Sawit (SISKA). SISKA merupakan salah satu Program Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan populasi sapi dalam negeri.

Peningkatan pendapatan, urbanisasi dan perubahan pola konsumsi mengakibatkan permintaan daging sapi yang terus meningkat setiap tahun. Saat ini, belum tersedia lahan khusus bagi pengembangan usaha peternakan, sehingga SISKA merupakan suatu program terobosan melalui pemanfaatan lahan di bawah perkebunan sawit beserta produk samping industri kelapa sawit sebagai pakan sapi.

Balitbangtan telah banyak menghasilkan riset terkait dengan SISKA dan diimplementasikan di beberapa wilayah di Indonesia. Sejak tahun 2015 secara intensif Balitbangtan telah melakukan pengawalan dan pendampingan kegiatan SISKA pada Kelompok Tani Tunas Baru di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tujuan dari pendampingan dan pengawalan ini antara lain adalah untuk mengakselerasi peningkatan populasi sapi potong yang kebutuhan dagingnya masih dipasok dari provinsi lain dan meningkatkan pendapatan petani melalui budidaya sapi potong yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan petani.

Introduksi teknologi meliputi pemanfaatan produk samping industri kelapa sawit sebagai pakan sapi merupakan hal yang sangat signifikan dalam Program SISKA. Pakan merupakan komponen biaya produksi terbesar dalam budidaya sapi hingga mencapai 70%. Di sisi lain, perkebunan kelapa sawit mendapatkan tambahan unsur hara karena sapi menghasilkan kotoran yang dapat diproses melalui teknologi pengolahan menjadi kompos dan pupuk cair atau bio urine.

Dedy Mulyadi mengatakan bahwa motivasi petani harus terus ditingkatkan dengan orientasi produksi. Petani tidak lagi hanya menunggu bantuan dari pemerintah, tetapi lebih ditujukan kepada peningkatan produktivitas melalui usaha mandiri.

“Diharapkan petani dengan dukungan Pemda setempat dapat memanfaatkan fasilitas-fasiltas yang sudah disediakan oleh pemerintah, baik akses kepada pembiayaan maupun inovasi teknologi. Dan cita-cita mulia Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung guna mewujudkan pemenuhan kebutuhan daging sapi dapat terwujud melalui implementasi program SISKA,” imbuh Dedy.

Kepala Balitbangtan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bangka Belitung mempunyai potensi yang harus terus ditingkatkan. “Potensi kebun kelapa sawit di Bangka Belitung masih terus dapat ditingkatkan sebagai sumber pakan sapi. Pemerintah dapat mengakselerasinya melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS),” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, KUR dapat dilakukan oleh petani secara berkelompok dengan suku bunga 6%/tahun, dimana per petani dapat mengajukan melalui skim KUR usaha mikro sebesar Rp.50 juta tanpa agunan. (Ivn)

Sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *