Keseriusan Kabupaten Buton Menindaklanjuti MoU

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Sebagai tindak lanjut dari penandatangan Nota Kesepahaman antara Pusat Penelitian Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Bogor dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada bulan November 2018 yang lalu, [Baca: Penandatanganan MoU Pengembangan Kopi dan Kelapa di Manado] maka pada Rabu, 6 Februari 2019 bertempat di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dilakukan pertemuan antara Kepala Dinas Perkebunan dan Kepala Bidang KSPHP Puslitbang Perkebunan untuk memantapkan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan direalisasikan dalam bentuk Kerangka Acuan Kegiatan (KAK).

Pada rapat konsultasi ini, Kabid KSPHP Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc.,PhD yang didampingi Kasubid Kerja Sama Dr. Saefudin menyarankan agar jenis teknologi yang akan dikerjasamakan perlu dibahas bersama dengan Balai Penelitian komoditas yang menangani komoditas yang akan dikembangkan, dengan terlebih dahulu melakukan survey ke calon lokasi pengembangan, sosialisasi teknologi Puslitbangbun, Balitbangtan serta berdiskusi dengan para stakeholders. KAK bisa mencakup kegiatan diseminasi teknologi perkebunan, penelitian dan pengembangan mulai dari hulu sampai hilir, bimbingan teknis yang kelak diharapkan mampu memberikan perubahan berarti bagi kemajuan sektor perkebunan terutama komoditas unggulan dan strategis di daerah. Jelfina juga menekankan pentingnya pengembangan komoditas lokal yang merupakan unggulan daerah untuk diteliti dan dilepas sebagai varietas unggul lokal yang memiliki produktivitas dan karakter unggul lainnya, serta memiliki nilai tambah tinggi bagi masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Perkebunan Kab. Buton Ir. Dewangga berharap kerja sama ini segera direalisasikan mengingat TA. 2019 sudah mulai berjalan. Bupati Buton pada saat sebelumnya menginginkan kabupaten Buton menjadi kawasan pengembangan sektor pertanian terutama perkebunan yang disenergikan dengan kawasan wisata. Bupati berharap, dengan pengembangan kawasan tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Dewangga nantinya kegiatan pengembangan komoditas perkebunan difokuskan pada kopi, kelapa dan pala. Bupati telah memberikan tanah seluas 500 hektar untuk pengembangan komoditas tersebut yang nantinya bisa dijadikan basis komoditas unggulan Kabupaten Buton dan dikelola secara komprehensip yaitu mulai aspek hulu sampai hilir. Untuk itu kerja sama dengan Puslitbangbun sangat penting ujarnya. (Sae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *