Kesejahteraan Petani Menjadi Fokus Program Kementan pada Tahun 2018

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Rapat Kerja Pusat Kementerian Pertanian dilaksanakan pada Selasa-Rabu (9-10 Januari 2018) di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, Bekasi, Jawa Barat. Raker yang diselenggarakan pada awal tahun ini bertujuan untuk melakukan penajaman pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2018. Raker yang dihadiri oleh sekitar 700-an pejabat esselon 1, 2, 3 dan 4 Kementan, dibuka dengan resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Ir. Hari Priyono, MSi.

Dalam sambutannya, Sekjen Kementanmenyampaikan sejumlah capaian yang merupakan prestasi Kementan antara lain swasembada beras, jagung dan cabe. Swasembada bukan berarti berhenti sejenak, namun swasembada berkelanjutan akan terus diperjuangkan melalui upaya-upaya khusus (UPSUS) pada sejumlah daerah.

Lebih lanjut Sekjen Kementan menyampaikan adanya refocusing program Kementan tahun 2018 yang meliputi kegiatan peningkatan kesejahteraan petani, padat karya dan mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia serta membangunkan lahan-lahan tidur seperti lahan pasang surut dan rawa agar menjadi produktif sehingga lumbung pangan dunia pada tahun 2045 bisa menjadi kenyataan.

Penajaman program 2018 disampaikan secara umum oleh masing-masing pejabat esselon 1. Program Inspektur Jenderal Kementan yang dismapaikan oleh Inspektur Jenderal, Justan Riduan Siahaan, Ak, M.Acc antara lain menjaga akuntabilitas, lebih proaktif terhadap pengaduan masyarakat, optimalisasi kinerja komite integritas dalam mengawal arah dari program Kementan serta penerapan hukum secara konsisten. Irjen selanjutnya menyampaikan usulan KPK untuk menerapkan “single salary” sebagai upaya peningkatan kesejahteraan pegawai.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. Muhammad Syakir dalam sambutannya yang berapi-api, menyampaikan bahwa penelitian dan diseminasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Berbagai kendala dalam pengembangan pertanian pada prinsipnya dapat diatasi dengan inovasi teknologi. Oleh sebab itu berbagai inovasi teknologi telah dihasilkan dan akan terus dilanjutkan pada tahun 2018 untuk menjawab berbagai permasalahan di lapangan, antara lain melalui perakitan varietas yang toleran naungan, kekeringan dan cuaca ekstrim, serta salinitas, disamping program bioindustri sejumlah komoditi diantaranya sagu, diversifikasi produk dan alsintan yang akan menjadi fokus litbang pada tahun 2018 ini.

Selanjutnya Direktur Jenderal Tanaman Perkebunan, Ir. Bambang, MM., mengemukakan program replanting beberapa komoditi perkebunan strategis antara lain kelapa sawit seluas 185.000 ha, dan komoditi lainnya seperti teh, tebu, kopi, kelapa, kakao, cengkeh, lada, pala, gambir, kapas, tembakau, nilam, jambu mete, aren, dan sagu. Komoditi perkebunan merupakan penyumbang devisa negara terbesar dari sektor non-migas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *