Kerjasama “Penelitian dan Pengembangan Tebu” antara Balitbangtan dengan PTPN X

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Tebu Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Tebu merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang ditargetkan untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2018 dan swasembada industri pada tahun 2019. Untuk mendukung terwujudnya swasembada gula tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, bersepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) X tentang Penelitian dan Pengembangan Tebu di Pusat Penelitian Gula Jengkol Kediri (27/7/2O17).

Balitbangtan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) akan melakukan kegiatan penelitian dasar membentuk ragam genetik galur-galur tebu unggul. Selanjutnya produk terapannya berupa varietas unggul harapan, akan diuji adaptasi oleh PTPN X untuk mendapatkan varietas tebu unggul baru yang sesuai kondisi area pengembangannya pada lahan petani tebu rakyat selaku mitra pemasok bahan baku untuk PG.

Puslitbangbun, mempunyai mandat untuk melakukan penelitian berbagai tanaman perkebunan, antara lain tanaman tebu. Untuk mendukung tercapainya swasembada gula, sejak tahun 2012, telah melakukan kegiatan penelitian perakitan varietas unggul tebu baru untuk mengantisipasi adanya anomali iklim yang sangat sulit diprediksi dengan menggunakan teknologi kultur in vitro dikombinasikan dengan mutagen baik fisik (iradiasi sinar gamma) maupun kimiawi. Teknologi keragaman somaklonal dan mutagenesis in vitro merupakan salah satu teknik kultur in vitro yang banyak digunakan untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman secara non konvensional dan terbukti telah banyak dihasilkan varietas-varietas baru yang mempunyai karakter-karakter unggul khususnya untuk peningkatan produktivitas tanaman serta toleransi terhadap cekaman abiotik.

Melalui kegiatan tersebut telah terseleksi 15 galur mutan somaklon melalui Uji Daya Hasil Pendahuluan (UDHP) yang mempunyai potensi produktitivitas dan rendemen tinggi. Kelima belas galur tersebut pada pengujian tahun 2015 terpapar cekaman kekeringan dalam periode yang cukup panjang (April sampai Oktober 2015), namun demikian galur-galur tersebut tetap dapat tumbuh dengan baik.

Pada tahun 2016 kelima belas galur tersebut masuk tahapan Uji Multilokasi yang dilakukan di tiga Pabrik Gula (PG) lingkup PTPN X, yaitu di PG Watoetoelis (Sidoarjo), PG. Gempolkrep (Mojokerto) dan Puslit Gula Jengkol (Kediri). Dari kegiatan tersebut diperoleh 6 galur harapan yang mempunyai potensi produktivitas tinggi dan stabil di tiga lokasi pengujian.

Uji Multilokasi tahun kedua (2017) dilakukan di lokasi yang sama dan ke-6 galur tersebut menunjukkan hasil yang stabil serta keragaan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman kontrol dan galur-galur mutan somaklon lainnya.

Memahami pentingnya peran inovasi pertanian dalam mendukung pelaksanaan pembangunan pertanian, kedua belah pihak secara bersama-sama akan mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan dan alih teknologi serta merancang konsep program dan kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan tanaman tebu dan industri gula nasional, serta menghasilkan varietas-varietas tebu unggul yang mempunyai produktivitas tinggi dan penemuan teknologi budidaya tebu yang efektif dan efisien. Hasil pengembangan dan penerapan tersebut akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala oleh Balitbangtan dan PTPN X.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *