Kepala Puslitbang Perkebunan Sambut Baik Tawaran Kerja Sama BP2D Jawa Barat

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Selasa, 23 Februari 2021, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) menerima kunjungan dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat, Linda Al Amin, S.T., M.T., beserta tim. Kunjungan ini dimaksudkan sebagai bentuk penjajakan kerja sama yang bisa dilakukan antara kedua instansi tersebut.

Kepala Puslitbang Perkebunan, Ir. Syafaruddin, Ph.D., didampingi Koordinator Substansi KSPHP Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB, dan Sub Koordinator Substansi PHP Sudarsono, S.E. menyambut baik kedatangan Tim dari BP2D Jawa Barat di ruang rapat lantai 1 Pulitbang Perkebunan. Peneliti Balittro, Dra. Nur Maslahah, M.Si, turut hadir dalam pertemuan.

Linda menjelaskan, pihaknya memiliki dua program yang berpotensi untuk dikerjasamakan dengan Puslitbang Perkebunan, yakni Petani Milenial dan pembangunan Kawasan Science dan Teknologi (KST). Petani Milenial merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang baru diluncurkan awal Februari untuk menggaet minat generasi muda ke bidang pertanian. Sementara itu, KST adalah proyek jangka panjang yang rencananya akan dibangun di lahan seluas 900 hektar di Cikadu, Cianjur.

BP2D Jawa Barat membutuhkan banyak dukungan inovasi teknologi untuk menyukseskan kedua program ini, termasuk dari Puslitbang Perkebunan. Apalagi mengingat komoditas yang menjadi prioritas mereka adalah aren dan serai wangi, yang termasuk dalam komoditas Puslitbang Perkebunan.

Syafaruddin sebagai Kepala Puslitbang Perkebunan menyambut baik tawaran kerja sama ini. “Selagi kami dibutuhkan dan mampu, kami siap membantu,” ungkapnya. Lebih lanjut, Syafaruddin mengatakan siap memfasilitasi zoom meeting dengan balai-balai penelitian lingkup Puslitbang Perkebunan pada pertemuan berikutnya.

Tujuannya adalah agar balai-balai penelitian dapat mempresentasikan teknologi inovasi yang mereka miliki dan cocok dengan program pengembangan BP2D Jawa Barat. Komoditas selain aren dan serai wangi juga potensial untuk dikerjasamakan, imbuhnya.

Meski demikian, Kepala Puslitbang Perkebunan juga menyarankan agar BP2D Jawa Barat fokus mengembangkan komoditas yang sekiranya bisa menjadi prioritas. Tak lupa, Kapus mengingatkan agar kerja sama ini dibangun secara legal dan saling menguntungkan. Untuk itu, MoU, PKS, dan KAK diharapkan dapat disusun dalam waktu dekat, harapnya. (Nurul & Bur/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *