Kepala Balitbangtan Beserta Jajarannya Tinjau Lokasi HPS 39

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Hari Pangan Sedunia (HPS) jatuh pada tanggal 16 Oktober setiap tahunnya merupakan salah satu perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian dengan menggaet serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait bahkan sejumlah industri yang berkaitan erat dengan pangan dan pertanian. Pada penutupan HPS ke 38 tahun lalu di Jejangkit Muara, Barito Kuala-Kalimantan Selatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa pelaksanaan perayaan HPS selanjutnya akan dilaksanakan di Propinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan momen penting ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Kabalitbangtan) Fadjry Djufry melakukan kunjungan lapangan dan koordinasi dengan sejumlah pihak. Kepala Balitbangtan didampingi oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Haris Syahbuddin, Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) Harmanto, Kepala Balai Penelitian Tanah (Balit Tanah) Husnain, Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Syafaruddin, dan Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Rustan Massinai. Masing-masing pejabat eselon 2 dan 3 didampingi oleh satu orang peneliti dengan keahlian spesifik yang dimiliki.

Tujuan pertama dalam kunjungan lapang ini adalah melihat lokasi tempat pembukaan seremonial acara HPS 39 yang rencananya akan dilakukan di kawasan MTQ Monumen. Kawasan ini dianggap cukup layak untuk didesain dengan panggung besar di tengahnya sebagai pusat tempat berlangsungnya acara dan masih memiliki ruang yang cukup lega untuk ratusan tenda yang nantinya berfungsi sebagai display produk-produk inovasi dari berbagai elemen yang terlibat.

Setelah meninjau lokasi seremonial pembukaan, rombongan melakukan rapat koordinasi di kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawes Tenggara. Dalam arahannya, Kabalitbangtan mengatakan bahwa HPS 39 kali ini berbeda dibandingkan dengan HPS yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya dimana lebih banyak menampilkan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanaman hortikultura, tanaman pangan yang sifatnya semusim dan mudah untuk dikondisikan sehingga pada hari H dapat terlihat baik. HPS kali ini, akan lebih difokuskan kepada tanaman perkebunan dimana tanaman utama yang akan ditonjolkan adalah kakao, disamping juga akan ada tanaman sagu, tebu dan lada. Kabalitbangtan mengharapkan nantinya akan ada kolaborasi teknologi antara Balitklimat, Balitanah dan Puslitbangbun khususnya Balittri, yang akan mewujudkan HPS dengan konsep tanaman perkebunan dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena HPS merupakan momen penting yang diselenggarakan setiap tahunnya, tentu saja bukan hanya menjadi tanggungjwab satker-satker yang disebut tadi. BPTP Sulawesi Tenggara merupakan salah satu satker yang sangat diharapkan paling pro aktif mengingat wilayah kerja satker ini sebagai tuan rumah penyelenggaraan perhelatan akbar pangan dan pertanian.

Sumber: Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *