Kementan Kembangkan Kopi Produktivitas Tinggi di Hulu Sungai Citarum Bandung

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight Upsus

Bandung, Perkebunan – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta pejabat Eselon I dan Pejabat Eselon II terkait melakukan kunjungan kerja ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung pada hari Kamis (10/1/19). Kunjungan kerja ini dalam rangka merespon PERPRES No 15 tahun 2018, dengan mewujudkan program perbaikan ekosistem DAS Citarum melalui program perbaikan fisik, non-fisik, dan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.

Dalam kunjungan Menteri Pertanian dan rombongan turut hadir dari Komisi IV DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, para undangan, petani dan penyuluh di Kec. Kertasari, Kab. Bandung.

Bupati Bandung dalam sambutan selamat datangnya mengapresiasi Mentan yang telah memberikan perhatian kepada rakyat Kertasari, di Kabupaten Bandung beliau sudah datang dua kali di bulan ini, “luar biasa”, ujarnya. Pada kunjungan sebelumnya Mentan melepas 42 komoditi ekspor di Banjaran, sebagai hasil karya rakyat Bandung juga Kertasari, ujarnya. Bupati menghaturkan terima kasih kepada Mentan yang hari ini membawa oleh-oleh bibit kentang, bibit kopi yang akan ditanam sebanyak 3 juta untuk dua tahun kedepan. Ucapan terima kasih juga kepada Mentan yang telah membangun Taman Teknologi Pertanian (TTP) khusus Kopi di desa Cibeureum, Kec. Kertasari berupa gedung dan peralatan pengolah kopi, serta bimbingan teknis budidaya pasca panen kopi sampai kepada pemasarannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemprov Jawa Barat mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian atas program yang diberikan kepada Jawa Barat tentang pertanian. Dimana program ini sangat bermanfaat khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan insan-insan petani di Jawa Barat, menuju “Jabar Lahir dan Bathin”. Oleh karena para petani harus bersyukur karena ini adalah nikmat dari Allah. Gubernur mengatakan bahwa skala prioritas, pertanian di Jawa Barat akan dinaikkan menjadi skala prioritas keempat dimana sebelumnya skala prioritas ketujuh. Pertanian di Jawa Barat perlu digenjot karena luas pertanian di Jabar sangat luar biasa, ujarnya.

Menteri Pertanian dalam arahannya mengatakan bahwa Citarum dibangun agar bisa membangun kesejahteraan petani. Pemerintah pusat merencanakan akan memberikan bantuan 3 juta bibit kopi, dimana tahun ini sebanyak 1 juta yang merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo, ujarnya. Kemudian tahun depan 1 juta, dan tahun ketiga 1 juta. Ini bukan kopi sembarangan, ini kopi dengan produktivitas tertinggi di dunia, 3,5 sampai 4 ton per hektar. Sementara rata- rata produksi kopi saat ini per hektarnya hanya sekitar 0,7 ton per hektar, kata Menteri. Tetapi ini tergantung kepada petani yang memeliharanya.

Diharapkan program ini dapat meningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan komoditas perkebunan berpenghasilan tinggi dan sebagai tanaman konservasi antara lain kopi, pengembangan tanaman penyanggah air dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui penyadaran terhadap eksistensi aliaran sungai Citarum sebagai sumber kehidupan masyarakat Jawa Barat khususnya untuk pembangunan sektor pertanian. Program tersebut diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat Jawa Barat khususnya aliran sungai Citarum.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama petani dan masyarakat serta penyuluh Kecamatan Kertasari. Mentan Amran juga memberikan 10 unit Cultivator kepada petani Kertasari.

Di akhir sambutannya, Mentan berharap agar tetap menjaga persatuan, kita ini bersaudara, jangan saling fitnah, kita bangun negeri, ini negeri milik kita bersama. Ini untuk generasi yang akan datang, harapnya yang disambut ucapan “SETUJU” dan tepuk tangan dari para hadiri.

Dalam rangkaian kegiatan kunjungan Menteri Pertanian ini juga dilakukan penandatanganan MoU Pengembangan Komoditas Perkebunan dan Bahan Bakar Nabati (BBN) antara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Dr. Fadjry Djufry dengan Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Wahyu. Penandatanganan MoU ini dilakukan sebagai rangkaian dari kegiatan kunjungan Menteri Pertanian ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, Komisi IV DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, para undangan, petani dan penyuluh di Kec. Kertasari, Kab. Bandung.

Adapun ruang lingkup kegiatan dari MoU ini adalah pengembangan komoditas kopi, kakao, karet, teh dan tanaman penghasil Bahan Bakar Nabati (BBN), juga riset dan pengembangan biodiesel dari bahan Crude Palm Oil (CPO) dan tanaman perkebunan penghasil bahan bakar nabati lainnya, penyediaan benih unggul komoditas perkebunan, bimbingan teknis dan pendampingan inovasi teknologi perkebunan, dan kegiatan lain yang disepakati kedua belah pihak selama lima tahun.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *