Kementan Kampanyekan Green Product Sawit ke Eropa

Artikel Kelapa Sawit Berita Perkebunan

Jakarta – Kementerian Pertanian melakukan kampanye green product (produk ramah lingkungan) kelapa sawit ke Eropa yaitu Spanyol dan Perancis untuk mengantisipasi isu negatif tentang komoditas sawit terkait dengan masalah lingkungan.Menteri Pertanian Suswono menjelaskan hal ini saat menggelar jumpa pers di Jakarta pada Sabtu (30/4) sekaligus mensosialisasikan Misi kegiatan “palm oil campaign” tersebut dalam rangka menginformasikan kebijakan Kementan dalam mengembangkan industri kelapa sawit nasional dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan (sustainability).

 

Kampanye yang dilakukan dalam bentuk seminar dan pertemuan dengan pejabat terkait di kedua negara tersebut sekaligus untuk menyampaikan perhatian dan keberatan Indonesia terhadap pandangan negatif LSM pada pengembangan kelapa sawit dan aturan negara importir yang berdampak negatif terhadap ekspor minyak sawit.Dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan, Pedesaan dan Perikanan Spanyol, Mentan Suswono menjelaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam implementasi Indonesia Sustainable Palm Oil System dan concern terhadap kriteria lingkungan yang tercantum dalam Renewable Energy Directive (RED) yang berpotensi sebagai Non Tarif Barrier dalam perdagangan. Hal serupa juga disampaikan Mentan saat bertemu dengan Menteri Pertanian Perancis. Pada kesempatan tersebut, pemerintah Perancis dapat memahami pandangan Indonesia dan mengharapkan dapat memperoleh masukan dari hasil penelitian tentang minyak sawit yang dapat digunakan sebagai evaluasi kebijakan terkait dengan penggunaan sawit di negara tersebut. Selain ke Spanyol dan Perancis, Pemerintah Indonesia juga akan melakukan kampanye serupa ke Amerika Serikat pada 23 Mei 2011 mendatang. Pada kesempatan ini Mentan akan menuturkan secara gamblang bagaimana pengembangan kelapa sawit di Indonesia. ”Rencananya, kita juga akan menyerahkan orang utan kepada kebun binatang di AS untuk menunjukkan perhatian pemerintah terhadap satwa tersebut terkait pengembangan industri sawit,” papar Mentan.Menurut Mentan, kampanye negatif terhadap kelapa sawit Indonesia yang dilakukan oleh negara-negara maju dengan mengangkat isu lingkungan sebenarnya lebih berdasarkan karena persaingan dagang bukan semata-mata karena masalah lingkungan. Padahal, saat ini penggunaan lahan untuk pengembangan kelapa sawit di Indonesia hanya sekitar enam persen dari total luas hutan di tanah air yang mencapai 137 juta hektar.Selain itu, tambahnya, perkebunan kelapa sawit memberikan kontribusi sekitar 45-46% terhadap pengurangan emisi karbon.

Sumber: Biro Umum dan Humas, Kementan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *