Kementan Bagikan 10 juta Benih Perkebunan Gratis dari Badan Litbang Pertanian

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

Komoditas perkebunan yang saat ini sebagian besar dikelola perkebunan rakyat memiliki nilai ekonomi dan historis serta peran strategis dalam peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja, penyediaan bahan baku industri, konservasi lingkungan serta sumber devisa Negara. Sektor perkebunan merupakan penghasil devisa negara terbesar, melebihi pendapatan sektor minyak dan gas. Pada Tahun 2017 sektor perkebunan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp. 471 triliun, meningkat 9% dibandingkan kontribusinya pada tahun 2016.  Nilai ekspor sektor perkebunan mencapai Rp. 432,4 Triliun pada tahun 2017 atau 96,4% dari total nilai ekspor pertanian.

Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan sejumlah inovasi teknologi antara lain varietas unggul tanaman perkebunan yang memiliki produktivitas tinggi, adaptif terhadap lahan sub-optimal, tahan terhadap kekeringan dan serangan hama dan penyakit; menghasilkan produk pangan dan kesehatan, bioenergi, dan oleokimia  serta teknologi pengelolaan limbah.

Dalam rangka mengakselerasi kebangkitan rempah Indonesia, Menteri Pertanian mememberi mandat Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian (BBP2TP) T.A. 2017-2018 mendapat tugas tambahan untuk memproduksi benih sebar perkebunan sebanyak 18.289.935 benih yang meliputi benih tebu, kopi, kakao, karet, kelapa, lada, pala, cengkeh, kayu manis dan jambu mete. Lingkup Puslitbang Perkebunan yaitu Balittro, Balittri, Balit Palma dan Balittas memproduksi sebanyak 15.378.617 benih unggul bersertifikat.  Balitbangtan tidak lagi hanya bertugas untuk merakit varietas unggul dan menyediakan benih sumber, tetapi juga sekaligus memproduksi benih sebar yang dapat disalurkan langsung kepada masyarakat petani melalui koordinasi dengan stakeholder di pusat dan daerah.

Senin 24 September 2018, bertempat di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi, Jawa Barat. Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan Launching dan Distribusi 10 juta Benih Perkebunan untuk Petani Indonesia dengan mengangkat tema“Inovasi Teknologi Perbenihan Mendukung Kebangkitan Rempah Indonesia”.

Selain dihadiri oleh 1.000 peserta yang terdiri dari petani, pelaku usaha perkebunan, industri, siswa dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk mengikuti bimbingan teknis inovasi teknologi perkebunan, dan pengenalan varietas unggulan hasil inovasi. Pada acara Launching dan Distribusi 10 juta Benih Perkebunan untuk Petani Indonesia ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Bupati Bandung, Bupati Serang, Wakil Wali Kota Pagaralam, Wakil Wali Kota Sukabumi, dan Asisten Daerah Kabupaten Sukabumi.

Acara dibuka oleh Kepala Puslitbangbun, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si selaku penanggung Jawab kegiatan. Dalam pidato sambutannya Beliau menyampaikan, “Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan sejumlah inovasi teknologi mendukung program perbenihan. Sebanyak 354 varietas unggul tanaman perkebunan telah dilepas berdasarkn SK Menteri Pertanian  hingga tahun 2018 ini, sebagai hasil kerjasama dengan Pemerintah daerah, beberapa diantaranya adalah, Varietas Unggul Tebu (AAS Agribun, AMS Agribun, ASA Agribun dan CMG Agribun), Kakao BL-50, Kopi Liberika, Kelapa Bido, Kelapa Sri Gemilang, seraiwangi Sitrona 1 Agribun dan sitrona 2 Agribun, serta nilam patchoulina 1 dan 2).”

Dalam acara tersebut, Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S. selaku Kepala Badan Litbang Pertanian, mewakili Menteri Pertanian,  secara resmi melepas benih perkebunan yang akan didistribusikan di berbagai daerah di Indonesia sebanyak 28 truk. dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Acara ini sangat penting bagi pembangunan pertanian di Indonesia karena merupakan kegiatan nyata dengan memberikan bantuan benih unggul bersertifikat secara gratis kepada petani, disamping mendiseminasikan inovasi teknologi perbenihan perkebunan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait, baik instansi pemerintah, swasta, peneliti maupun petani.” Pelaksanaan Launching Perbenihan Tahun 2018 juga melaksanakan Bimbingan Teknis : 1; Stek Berakat Kopi Robusta, 2; Stek Berakat Kopi Robusta, 3; Pengolahana Kopi dan Kakao, 4; Grafting Kakao, 5; Okulasi Karet, 6; Teknologi Perbenih Tebu, 7; Teknologi Perbenih Lada, 8; Teknologi Perbenih Cengkeh, 9; Teknologi Perbenih Pala, 10; Teknologi Perbenih Kelapa.

Upaya dan kerja keras pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah tentunya tidak terlepas dari peran dan kerja sama seluruh pihak, terutama oleh pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi dan petani dalam mengembalikan kejayaan rempah Indonesia. Harapannya, Semoga acara ini dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat yang sejalan dengan semangat Nawacita. Kementerian Pertanian akan terus berupaya mengenjot produksi komoditas perkebunan dan rempah-rempah untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia yang bermuara pada 8 peningkatan kesejahteraan petani dan pendapatan yang lebih merata di wilayah perdesaan serta pendapatan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *