Kebutuhan Air pada Tanaman Tebu

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Pada tanaman tebu, kebutuhan air berbeda tergantung setiap fase pertumbuhan. Kebutuhan air ini berbeda dari lokasi ke lokasi dan kondisi iklim. Pada saat tanam kondisi tanah harus cukup lembab (50 % kandungan air tanah tersedia). Pada fase perkecambahan kebutuhan air tanaman rendah, kemudian mulai meningkat pada fase pertunasan dan mencapai puncaknya pada fase pemanjangan batang atau pertumbuhan cepat, dan mulai menurun pada fase kemasakan sampai panen.

Pengairan diberikan apabila curah hujan tidak dapat memenuhi kebutuhan air tanaman. Drainase dibutuhkan apabila curah hujan melebihi kebutuhan air tanaman dan kapasitas tanah memegang air. Produksi tanaman tebu sangat ditentukan oleh jumlah dan bobot batang sehingga usaha untuk menjamin ketersediaan air tanaman sangat diperlukan.

Idealnya penanaman tebu dilakukan sebelum memasuki musim hujan dengan menambah pengairan pada awal pertumbuhan yaitu pada fase perkecambahan sampai pertunasan dan memasuki fase pemanjangan batang bersamaan dengan musim hujan dan menjelang kemasakan bersamaan dengan musim kemarau. Tanaman tebu membutuhkan 9 bulan dengan tingkat kecukupan air sebelum memasuki periode kemasakan sehingga waktu tanam sangat berpengaruh pada tanaman baru (PC).

Jumlah air yang dibutuhkan untuk mengairi pada fase awal tumbuh lebih sedikit dibanding mengairi pada fase pemanjangan batang. Efisiensi penggunaan air pada kondisi air tanah 80% di berbagai wilayah di dunia dilaporkan oleh FAO sebesar 5-8 kg tebu/m3 air dan 0,6-1 kg sukrosa/m3 air.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *