Kebangkitan Kembali Panili Indonesia

Artikel Panili Berita Perkebunan Indonesia

INFO PERKEBUNAN – Pengembangan tanaman Panili di Indonesia pernah mencapai masa kejayaan pada tahun 2003 sampai dengan 2007. Pada periode yang sama, Indonesia mengekspor panili ke 18 negara tujuan ekspor seperti ke Amerika, Malaysia, Jerman, Perancis dan Belanda dan lain-lain. Maraknya aktivitas agribisnis panili pada saat itu tidak terlepas dari perkembangan harga di pasar dunia yang berpengaruh ke pasar domestik.

Indikasi kebangkitan kembali panili mulai terlihat di daerah yang pada periode 2003 – 2007 menjadi penghasil panili. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan petani penangkar benih di daerah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada bulan November 2018 terungkap bahwa penawaran harga tinggi (Rp 4 – 5 juta/kg polong kering) oleh pedagang pengumpul, membangkitkan kembali minat petani untuk menanam panili.

Timbulnya minat petani untuk menanam panili membutuh-kan ketersediaan benih sehat dari varietas unggul dan menggunakan bahan tanam yang bersumber dari kebun induk yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sebagai sumber benih. Hal penting untuk menjamin kualitas benih yang dihasilkan adalah bimbingan teknis perbenihan, mulai dari penyiapan media tumbuh, bahan tanam, teknik penyemaian dan pemeliharaan benih di polybag.

Oleh karena itu, untuk mencegah kegagalan dan kekecewaan petani panili karena berulangnya kegagalan di masa lampau, maka perlu bimbingan teknis pengendalian penyakit utama tersebut sejak dini. Tersedianya informasi teknologi dapat menjadi pilihan bagi petani untuk memecahkan masalah yang dihadapi, namun sangat penting bimbingan oleh instansi pembina di daerah agar petani dapat memilih teknologi yang tepat dan menerapkan secara tepat.
Selengkapnya Download fulltext : Info Tekbun 10 (10) 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *