Kawasan Pertanian Cimanggu sebagai Kawasan Konservasi, Edukasi, dan Rekreasi Kota Bogor

Berita Perkebunan Highlight

BOGOR, PERKEBUNAN – Sabtu pagi (25/3/17), di Kawasan Pertanian Cimanggu tidak seperti biasanya ramai oleh pengunjung. Adalah Badan Litbang Pertanian yang menghelat acara “Jalan Sehat” bersama Pemerintah Kota Bogor dalam rangka mengenalkan sekaligus menunjukkan bahwa inovasi teknologi pertanian yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, terlahir dari Kawasan Penelitian Pertanian Badan Litbang Pertanian yang ada di Kota Bogor didukung oleh Unit Kerja penelitian dan pengembangan komoditas pertanian. Jalan sehat dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Kota Bogor sebagai Kawasan Inovasi Teknologi Pertanian antara Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Kota Bogor.

Jalan sehat start dari Kebun Wisata Ilmiah (KWI) sebelah kiri pintu gerbang masuk Kawasan Pertanian Cimanggu, dilanjutkan berkeliling melewati semua Unit Kerja dimulai dari kawasan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP), Balitklimat, Puslitbang Perkebunan, KWI Tanaman Obat Balittro, PSEKP, BB Biogen, Puslitbang Hortikultura, BB Pasca Panen, BBSDLP dan finish di gedung Agrosinema.

Di kawasan TSTP ini terdapat Unit Bursa Bibit Unggul komoditas perkebunan yang menyediakan bibit unggul seperti : Pala, Kayu manis, Kemiri minyak, Kemiri molucana, Kakao, Kopi arabika, Jambu mete flotim, Cengkeh, Karet, Kesambi, Makadamia dan Nyamplung, Laja goah, Kapolaga, Serai dapur, Bongle, Akar wangi, Kenei pepet, Temu mangga, Zodia, Kayu urip, Pacar cina, Wijaya kusuma, Gendis, Heura tulang, Sambang darah, Sariawan, Kisaat, Lavender dan Daun sendok, Kelapa sawit, kelapa, dan lain-lain.

Di Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat (KWITO) yang merupakan salah satu objek wisata Kota Bogor bersifat edukatif menyajikan wisata untuk pengunjung berupa kelompok tanaman yang mempunyai daya tarik spesifik dengan 400 jenis tanaman obat. Mulai dari cara budidaya, pengolahan sampai kepada khasiatnya. Oleh karena itu komoditas tersebut mempunyai peluang yang cukup besar untuk dijadikan objek wisata edukatif dan agro unggulan. KWITO ini merupakan wahana diseminasi hasil penelitian pertanian, media komunikasi institusi penelitian dengan masyarakat di sekelilingnya dan sebagai tempat wisata yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya tanaman obat.

Seusai jalan sehat, dilakukanlah penandatanganan Nota Kesepahaman “Kota Bogor sebagai Kawasan Inovasi Teknologi Pertanian”, antara Badan Litbang Pertanian oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir dan Pemerintah Kota Bogor oleh Walikota Bogor Dr. Bima Arya yang disaksikan oleh segenap jajarannya dari kedua belah pihak. Acara jalan sehat diakhiri dengan menonton bersama tayangan “Kota Bogor sebagai Kawasan Inivasi Teknologi Pertanian” di gedung Agrosinema. Walikota Bogor tampak sangat antusias dan mengapresiasi dengan aktivitas litbang pertanian di Kawasan Pertanian Cimanggu dengan segala inovasi teknologi yang dihasilkan melalui tayangan video pendek di Agrosinema.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir dalam sambutannya mengatakan keinginannya untuk mewujudukan suatu Kawasan Agroinovasi sebagai pusat inovasi Badan Litbang Pertanian menjadi salah satu icon Kota Bogor. “Di kota Bogor ini, ada 12 Unit Kerja di bawah Badan Litbang Pertanian”, ujarnya. Untuk itu Kepala Badan Litbang Pertanian mengajak Pemkot Bogor untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan kawasan ini.

Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya sempat terkejut dengan adanya Kawasan Agroinovasi ini. “Seumur-umur saya baru pertama kali sekarang masuk di kawasan ini, dan kawasan ini seperti kebun raya, ya…kebun raya mini”, ujarnya. Ada tiga hal penting disampaikan Walikota Bogor setelah berkeliling di Kawasan Pertanian Cimanggu ini.

Pertama, Pemkot Bogor bisa bekerja sama dalam konteks konservasi. “Saya melihat banyak sekali jenis-jenis tanaman yang dikoleksi di kawasan ini, tapi saya menginginkan ada pendekatan-pendekatan juga pada tanaman-tanaman khas Bogor, seperti buah kesemek”, pintanya.

Kedua adalah Edukasi. “Ini kawasan yang sangat luar biasa, anak sekolah, warga umum, semuanya bisa datang ke sini berkeliling. Banyak sekali yang bisa dipelajari walau baru saja saya berkeliling, tapi sudah banyak sekali pengetahuan yang saya dapat”, kata Bima.

Dan ketiga, Rekreasi. “Kawasan ini bisa menjadi tempat rekreasi, saya akan rekomendasikan kepada tamu yang berkunjung ke Balai Kota, untuk mengunjungi Kawasan Agroinovasi ini”, ujar Bima.

Foto Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir bersama jajaran Eselon 2 lingkup Balitbangtan di Kawasan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) (25/3/17).

 

Foto Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir bersama Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya dan rombongan di Kawasan Wisata Ilmiah (KWI) Tanaman Obat (25/3/17).

 

Foto Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir dan kepala unit kerja eselon 2 bersama Wali Kota Bogor Dr. Bima Arya di gedung Agrosinema, (25/3/17).

Liputan: Bursatriannyo dan R. Heru Praptana (Puslitbangbun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *