Karet Merupakan Komoditi Utama Masyarakat Kabupaten Balangan

Artikel Karet Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditi utama masyarakat Kabupaten Balangan. Tanaman karet telah dibudidayakan di daerah ini semenjak awal tahun 1960-an. Walau punya sejarah panjang dengan tanaman karet tetapi masyarakat belum mengetahui secara detail mengenai tentang komoditi ini baik pada on farm maupun off farm. Demikian dikatakan Ir. Rudiansyah, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Balangan dalam acara kunjungan kerjanya beserta rombongan peserta studi banding ke Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi (25/10/2017).

Lebih lanjut Rudiansyah mengatakan bahwa di kebun-kebun masyarakat masih dapat dijumpai sisa karet yang ditanam pada awal 1960-an dengan kondisi jarak tanam yang tidak teratur dalam hamparan kebun campur. Mayoritas tanaman karet yang berproduksi saat ini berasal dari bibit cabutan dan penanganan pasca panen terhadap bahan olah karet pun terkesan masih seadanya, imbuh Rudiansyah.

Dalam sambutannya Rudiansyah juga berharap agar peserta studi banding mampu menyerap ilmu pengetahuan di Balittri dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pemahaman petani karet khususnya dalam hal budidaya, produksi lateks, serta pasca panen.

Ir. Juniaty Towaha (Ketua Kelompok Peneliti Ekofisiologi dan Teknologi Benih) mewakili Balittri dalam sambutannya sangat mengapresiasi kepercayaan dari pemerintah daerah Kabupaten Balangan kepada Balittri. Balittri siap mengakomodir daerah yang mengembangkan komoditas karet sekaligus meningkatkan kapasitas sumberdaya manusianya melalui program magang/bimbingan teknis.

Rombongan peserta studi banding selanjutnya mengunjungi kawasan Agro Widya Wisata Ilmiah (AWWI) Balittri untuk melihat perkembangan inovasi teknologi di Balittri sekaligus berdiskusi di lapangan yang dipandu oleh Ir. Rusli. Peserta diarahkan ke kebun induk kakao BL 50, serta kebun entres kopi Robusta. Kepada rombongan dijelaskan mengenai kegiatan perbenihan kopi, kakao, dan karet yang didanai APBN-P 2017. Terakhir melihat proses pembuatan beragam produk kopi dan kakao di unit Bioindustri Kopi dan Kakao.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *