Kapuslitbangbun: Pacu Pemanfaatan Teknologi Isotop dan Radiasi Dalam Menghasilkan Inovasi Teknologi Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Sinergisitas merupakan kunci utama untuk mencapai berbagai kemajuan terutama dalam  menghasilkan inovasi teknologi modern di bidang perkebunan. Lembaga penelitian tidak bisa berdiri sendiri dalam menghasilkan berbagai inovasi teknologi, untuk itu kerja sama dana sinergitas adalah keharusan, demikian pernyataan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan-Balitbangtan) saat menyampaikan sambutan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR-BATAN) di Gedung Sekretariat PAIR (19/11/2019). Penandatanganan dilakukan oleh kedua Kepala Pusat yaitu Ir. Syafaruddin, Ph.D dan Drs. Totti Tjiptosumirat, M.Rur.Sci.

Penandantanganan PKS tersebut sebagai tindak lanjut MoU antara Balitbangtan dan Badan Tenaga Nuklir Nasional yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) melibatkan Balai-Balai Penelitian Lingkup Puslitbang Perkebunan sebagai Unit Eselon III dengan Unit Eselon III PAIR.

Kerja Sama ini memiliki ruang lingkup dalam hal: (1) Penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan menggunakan teknologi isotop dan radiasi, (2) Diseminasi pemanfaatan teknologi isotop dan radiasi hasil inovasi teknologi perkebunan, (3) Diseminasi inovasi dan peningkatan kapasitas teknologi nuklir dalam bidang pertanian meliputi pemuliaan tanaman, pemupukan dan nutrisi tanaman, pengendalian hama dan penyakit, pemanfaatan limbah perkebunan dan penanganan pasca panen, (4) Pemanfaatan teknologi nuklir untuk penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan, dan (5) Peningkatan peran tenaga ahli, peningkatan sarana dan prasarana.

Lebih lanjut Syafaruddin menegaskan bahwa, Puslitbangbun memiliki 4 balai-balai penelitian yaitu Baliitri, Balittro, Balit Palma dan Balittas dengan dukungan peneliti-peneliti handal harus mampu melakukan kegiatan penelitian dengan PAIR khususnya, terutama dalam mengahasilkan inovasi teknologi perkebunan dengan memanfaatkan teknologi isotop dan radiasi.

Kegiatan pemanfaatan teknologi isotop dan radinasi di PAIR masih difokuskan pada komoditas tanaman pangan. Kepala PAIR menyatakan, dengan adanya kerja sama tersebut, kegiatan penelitian akan diarahkan pada penelitian-penelitian yang memanfaatkan teknologi isotop dan radiasi komoditas perkebunan, tegas Totti.  Saat ini Aplikasi Teknik Nuklir (ATN) Bidang Pertanian meliputi: (1) pemuliaan tanaman, (2) entomologi, (3) nutrisi dan pemupukan tanaman, dan (4) pasca panen, untuk memaksimalkan hasil penelitian perlu penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga riset terutama Puslitbang Perkebunan imbuh Totti.

Selepas penandatanganan perjanjian kerja sama, dilanjutkan dengan diskusi terkait teknis rencana tindak lanjut perjanjian kerja sama dan pembahasan ruang lingkup kerja sama antara peneliti Puslitbang Perkebunan dan PAIR yang akan tertuang nanti pada penandatanganan KAK di awal tahun 2020. Semoga kerja sama ini akan memberikan dampak besar terhadap kemajuan inovasi teknologi perkebunan dan memacu para peneliti untuk melakukan riset terutama pemanfaatan isotope dan radiasi. (Sae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *