Kapuslitbang Perkebunan: Pentingnya Peneliti Menulis Ilmiah Populer

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Peneliti Puslitbang Perkebunan diharapkan mampu menulis artikel populer, karena artikel ini bisa meretas masalah-masalah kebenaran, bisa memberikan pencerahan berdasarkan fakta-fakta secara rasional. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangaan Perkebunan Dr. Muhammad Syakir dalam sambutannya pada acara Workshop Peningkatan Kemampuan Penulisan Artikel Populer di Bogor.

Workshop diikuti oleh + 60 orang peneliti Puslitbang Perkebunan, Balittro, Balittri, Balittas, dan Balit Palma. Menulis artikel dalam bentuk ilmiah populer merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat, karena kegiatan penelitian dibiayai dari uang rakyat. Tulisan ilmiah harus dituangkan dan ditulis dengan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat umum, katanya.

Workshop dilaksanakan tanggal 28 Februari sampai dengan 01 Maret 2013 diisi dengan pemaparan beberapa makalah dari narasumber yang berkompeten antara lain: Dr. Ninok Leksono, Redaksi Senior Harian Kompas, Ir. H. Dedi Junaedi, M.Si., Tenaga Ahli Mentan Bidang Informasi dan Komunikasi, Ir. Budiman, M.Si., Pimpinan Redaksi Majalah Sains Indonesia, Iwan Samariansyah, S.Si.,M.Si., Editor Senior Harian Jurnal Internasional, sekaligus akan membimbing praktek penulisan artikel populer.

 

Kapuslitbang Perkebunan dalam sambutannya berharap, hasil dari mengikuti workshop ini, minimal lima puluh persen tulisan ilmiah populer peneliti dapat diterbitkan di majalah populer dan media massa. Tuangkan hasil-hasil penelitian kedalam tulisan populer dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh masyarakat umum, bukan kalangan peneliti saja.

Ir. Budiman, M.Si., dalam makalahnya yang berjudul “Teknik Menulis Artikel Ilmiah Populer” mengatakan bahwa peneliti dan wartawan tidak jauh beda, sama-sama menggunakan panca indra untuk menulis. Setelah praktek penulisan artikel populer, diharapkan beberapa peneliti dapat membuat dan mengirimkan artikelnya untuk diterbitkan di majalah populer.

Ir. H. Dedi Junaedi, M.Si., dalam makalahnya yang berjudul “Bahasa Jurnalistik” mengatakan bahwa tulisan para peneliti harus bisa memberi manfaat kepada orang banyak. Hasil-hasil riset harus diaplikasi ke lapangan dan harus disebarluaskan sehingga inovasi teknologi dapat memberikan manfaat dan secara tidak langsung kapasitas ketokohan penulis akan terbaca oleh khalayak.

 

Jurnalistik targetnya adalah ruang publik yang sangat beragam baik background maupun kapasitasnya. Oleh karena itu perlu ada pendekatan populer agar tulisan dapat dibaca oleh semua pihak yang ada di ruang publik itu. Bahasa yang digunakan dalam jurnal adalah bahasa yang digunakan wartawan, ujar Dedi.

Ada dua ciri utama penulisan artikel populer yaitu komunikatif; langsung ke pokok permasalahan/ tidak bertele-tele dan Spesifik. Dengan demikian penulisan disampaikan secara singkat, jelas dan mudah dipahami oleh orang awan. Untuk itu sebelum menulis kita sebaiknya membayangkan terlebih dahulu bahwa pembacanya adalah orang awam. Sehingga bahasanya juga harus dipahami oleh orang awam, bukan ilmiah, birokrat, lanjut Dedi (Redaksi)

Mengapa Menulis Itu Penting?” salah satu judul makalah yang disampaikan oleh Iwan Samariansyah, S.Si.,M.Si. Dia mengutarakan dasar-dasar penulisan adalah melaporkan seluk beluk suatu peristiwa yang telah, sedang atau akan terjadi. Adapun empat komomen menulis yaitu informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi, dan media massa.

Lebih lanjut Iwan mengutarakan beberapa manfaat menulis antara lain : (1) melatih berpikir tertib dan teratur, (2) Menciptakan dokumentasi yang abadi, (3) Mendapatkan manfaat ekonomi, (4) Menjadi terkenal.

(\Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *