Kabid KSPHP Puslitbangbun Angkat DBaseBun Terintegrasi untuk Tuntaskan Seminar Akhir Proper Diklatpim III 2019

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

BOGOR, PERKEBUNAN – Managemen data tidak efisien, informasi perkebunan perkebunan yang masih terbatas, belum teraksesnya data melalui mobile devices membuat diseminasi belum optimal. Hal ini menyebabkan kinerja terhambat, peluang kerjasama menjadi menurun, pemborosan anggaran dan lower customer satisfaction. Adanya hal-hal di atas, Kepala Bidang Kerja Sama Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D., mengangkat Database Perkebunan (DBaseBun) Terintegrasi pada Seminar Akhir proyek perubahan (Proper) Diklatpim III Kementerian Pertanian tahun 2019, bertempat di PPMKP, BPSDMP, Kementan di Ciawi Bogor, Kamis (19/09/19). Seminar Proper dengan Penguji Suprodjo Wibowo, SE., M.Si., Pembimbing/Coach Ir. Winarhadi, MM., dan Mentor Ir. Syafaruddin, Ph.D. (Kepala Puslitbangbun).

Seminar dimulai dengan pembukaan oleh Pembimbing/Coach Ir. Winarhadi, MM., dilanjutkan dengan pembingkaian oleh mentor Ir. Syafaruddin, M.Sc., Ph.D. Bapak Syafaruddin menekankan dukungannya atas upaya dari ibu Jelfina untuk mengangkat database komoditas perkebunan terintegrasi sebagai proyek perubahannya. Syafaruddin yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang KSPHP di Puslitbangbun, merasakan pentingnya sistem database agar data dapat diakses secara cepat dan akurat bagi pengambil kebijakan.

DBaseBun Terintegrasi merupakan Projek Perubahan (Proper) Jelfina C. Alouw dengan area perubahan pada “tata laksana” dan “pelayanan publik”. Dalam paparannya, Jelfina menjelaskan bahwa area perubahan tata laksana dilakukan agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses dan prosedur. Sementera area pelayanan publik dilakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih berkualitas, ujar Jelfina.

DBaseBun Terintegrasi merupakan sistem informasi database komoditas perkebunan yang menjadi mandat dari Puslitbangbun dengan empat Balai Penelitian dengan mandat komoditas tanaman rempah dan obat, tanaman pemanis dan serat, tanaman palma, dan tanaman industri dan penyegar. Adapun output dan outcome yang dihasilkan nantinya adalah informasi Dbasebun lebih lengkap dan menjangkau khalayak lebih luas, data dan informasi tervalidasi dan up to date serta supoort mobile device. Dari output di atas diharapkan outcome Proper ini dapat meningkatkan pemanfaatan hasil litbang, efisiensi waktu, koordinasi lintas lembaga, peningkatan diseminasi teknologi/inovasi, dan informasi perkebunan yang lengkap untuk pengambil kebijakan dan pejabat fungsional, jelas Jelfina.

Updating informasi tervalidasi dan up to date dilengkapi dengan SOP entry/updating database komoditas perkebunan. Dalam SOP ini ada 3 pihak yang terlibat yakni operator dari Puslitbangbun maupun 4 Balit (Balittro, Balittas, Balit Palma, dan Balittri) yang melakukan entry/updating, pihak administrator yang mengelola system, dan pihak pimpinan yang menunjuk operator/pengelola, memvalidasi data komoditas, informasi varietas unggul, info teknologi, publikasi dan kerjasama komoditas perkebunan, imbuhnya.

Berdasarkan kriteria keberhasilan, Jelfina mengatakan bahwa Pengembangan DBaseBun Terintegrasi ini merupakam pengembangan dari Dbasebun tahun 2018 yang dimulai sejak tahun 2012. Pada tabel varietas unggul pada tahun 2018 baru mencakup 11 field, pada tahun 2019 dikembangkan menjadi 18 field. Dari sisi jangkauan kepada khalayak luas, dalam kurun waktu 1 bulan ini DBaseBun melalui media sosial sudah menjangkau 69.860 orang dengan total interaksi sebanyak 15.917 orang, kata Jelfina.

Untuk mendukung Proper DBaseBun Terintegrasi ini, Jelfina telah membentuk Tim efektif untuk mengoptimalkan proper tersebut. Tim ini sendiri secara rutin mengupdate Dbasebun, Bimtek kepada operator, sosialisasi kepada Stakeholders lewat rapat, diskusi, media sosial, serta mengevaluasi dan menindaklanjutinya.

Dari paparan Propernya di atas, dalam kesimpulannya Jelfina mengatakan “DBaseBun Terintegrasi” yang diimplementasikan dalam jangka pendek, telah berhasil (1) memperbaiki tata laksana pengelolaan informasi perkebunan di Puslitbangbun ke arah lebih efisien, (2) meningkatkan pelayanan pemberian informasi dengan peningkatan jumlah data mencapai 52,3%, (3) meningkatkan jangkauan dan pengguna aktif (>800%), dan (4) semakin mudah diakses (berbasis website dan support mobile devices). Hal ini juga didukung oleh testimoni kepada 3 orang pejabat publik yakni Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementan Dr. Kuntoro Boga Andri, Pengusaha kelapa Indonesia, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kebumen yang mengharapkan database komoditas perkebunan dapat menyajikan data yang lebih cepat dan akurat.

Setelah penyampaian Proper, penguji Suprodjo Wibowo, SE., M.Si., memberikan apresiasi bahwa dalam waktu singkat saja, jangka pendek, target sudah sedemikian banyak yang dicapai. Suprodjo selanjutnya menyarankan untuk bisa menyelesaikan target jangka menengah pada akhir Desember. Di akhir seminar, pembimbing/Coach Ir. Winarhadi, MM., mentor Ir. Syafaruddin, Ph.D dan pengujui Suprodjo Wibowo, SE., M.Si., memberikan ucapan selamat dan sukses kepada Jelfina.

Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D. menjadi salah satu dari peserta Diklatpim III Kementan tahun 2019 yang akhirnya maju dan menyelesaikan Seminar Akhir Proyek Perubahan (Proper) dengan baik dan lancar. Jelfina berharap Dbasebun Terintegrasi ini bisa memudahkan dalam penyampaikan informasi kepada masyarakat luas. (/Bursatriannyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *