Kabadan: Perbenihan Merupakan Fundamental Strategis dan Penting Balitbangtan

Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Perbenihan merupakan suatu fundamental yang sangat strategis dan penting bagi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, harus didukung oleh perbenihan yang kuat. Hal ini disampaikan Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir dalam sambutan dan arahannya pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Komoditas Perbenihan Perkebunan dan Hortikultura di Makassar (29/08/2017).

Kegiatan ini juga sebagai instrospeksi diri, sejauh mana Balitbangtan sudah berbuat untuk bangsa.Tentunya sudah banyak yang kita perbuat, tapi bagaimana percepatan itu pada masalah perbenihan, karena tulang punggungnya adalah perbenihan. Sudah banyak varietas unggul baru (VUB) yang sudah dilepas, tapi kecepatan untuk mengganti VUB yang telah dilepas masih lambat. Begitu juga membuat varietas baru memerlukan proses waktu yang lama. Itu harus kita rombak semua, tidak boleh terlalu lama. Artinya kita harus melakukan lompatan dalam menghasilkan inovasi teknologi dan lompatan menyalurkan hasil inovasi teknologi. Kelembagaan Litbang memungkinkan untuk melakukan lompatan itu, ujar Kabadan.Balitbangtan sudah lama bertumpu menghasilkan inovasi, begitu banyak inovasi yang sudah dihasilkan tetapi sedikit yang mampu dikembangkan dan digunakan masyarakat, karena tidak ditopang oleh inovasi-inovasi lain. Oleh sebab itu Balitbangtan harus menghasilkan inovasi dengan spektrum yang luas.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di tiap Propinsi merupakan lini terdepan, dan Balai Penelitian (Balit) Nasional penghasil inovasi-inovasi teknologi. Balit menghasilkan komponen teknologi, dan BPTP itu merakit dan mengembangkan teknologi sesuai dengan spesifik lokasi dan juga sekaligus mengawal program Kementan lainnya, imbuh Kabadan.

Disamping itu diperlukan open innovation dan Balitbangtan sudah menerapkannya selama 3 tahun terakhir. Balitbangtan dibuat untuk menghasilkan inovasi teknologi, meng-insert-kan inovasi teknologi itu kedalam program strategis pembangunan pertanian di Indonesia.Pelaksanaan dana APBNP waktunya singkat, Kabadan menghimbau harus ada strategi dalam melaksanakannya, sesuaikan dengan ketentuan/peraturan yang berlaku.

Diakhir sambutannya, Kabadan mengatakan semoga kita semua sehat. Kita harus mampu mempertahankan predikat nama Kementan, karena kita sudah ekspor, sudah tidak impor beras. Masih suasana tujuh belas Agustus, maka kita harus semangat. Kita belum apa-apa dibandingkan dengan para pejuang yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Jangan hanya mengatakan Merdeka, tapi kita tidak pernah Merdeka untuk kedaulatan rakyat. Dan Balitbangtan harus menjadi lini terdepan untuk Kementan untuk mempertahankannya. Selanjutnya Kabadan membuka secara resmi Rakor Perbenihan Perkebunan dan Hortikultura.

Sebelumnya Ketua Panitia Rakor yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Dr. Fadjry Djufry melaporkan bahwa DIPA APBNP 2017 terkait perbenihan perkebunan, hortikultura, dan peternakan telah terbit. Keluaran dari kegiatan ini secara umum adalah untuk mensinergikan semua potensi yang ada serta pesan Menteri Pertanian untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah termasuk hortikultura.

Adapun narasumber pada pegiatan rakor ini antara lain Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktur Perbenihan Hortikultura tentang mekanisme produksi benih sebar komoditas perkebunan dan hortikultura. Program dan anggaran oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi (PE) Puslitbang Perkebunan dan Puslitbang Hortikultura. Mekanisme dan prosedur produksi benih tanaman perkebunan dan hortikultura oleh para Kepala Balit lingkup Puslitbang Perkebunan dan Puslitbang Hortikultura. Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) tentang membangun nursery modern, diharapkan dapat memberikan prototype bagi Balit dan BPTP. Mekanisme pengadaan barang dan jasa oleh Kabag Umum Balitbangtan, serta Desain dan rancangan bangun sarpras pendukung perbenihan perkebunan dan hortikultura oleh Pokja ULP Puslitbang Perkebunan dan Pokja ULP Puslitbang Hortikultura.

Kegiatan rakor perbenihan selama dua hari ini (29-30 Agustus 2017) dihadiri oleh lebih kurang 250 orang antara lain Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktur Perbenihan Hortikultura, perwakilan Inspektorat Jenderal Kementan, Ka Pusat/Ka Balai Besar, Ka Balit, Ka BPTP seluruh Indonesia, Kabag Umum, Kabag/Kabid Perencanaan, Kasie Yantek, Tim Teknis Perbenihan, PPK, dan Pokja ULP lingkup Badan Litbang Pertanian.

Kegiatan rakor perbenihan ini merupakan rangkaian dari beberapa acara sebelumnya terkait perbenihan. Diharapkan  diharapkan dengan adanya acara rakor ini, mekanisme produksi benih sumber, benih sebar, pembangunan infrastruktur sudah bisa dilakukan, tidak lagi abu-abu, harap Kepala Puslitbangbun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *