Ir. Djajadi, MSc., Ph.D. Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset ke 150 di Kementan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menambah 4 (empat) orang Peneliti Ahli Utama bergelar Profesor Riset yang salah satunya adalah peneliti dari UPT Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan yaitu Ir. Djajadi, MSc., Ph.D. (peneliti Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat/Balittas) sebagai Profesor Riset ke 150 di Kementerian Pertanian dalam bidang budidaya tanaman. Sementara 3 (tiga) Profesor Riset lainnya adalah Dr. Ir. Erwidodo, MS. dari PSEKP, Dr. Ir. Mukhlis, MS. dari BBSDLP, dan Dr. Ir. Muhamad Sabran, M.Sc. dari BB Biogen. Pengukuhan Profesor Riset ini dilangsungkan di Gedung Display Puslitbang Perkebunan, pada Senin (21/12/2020).

Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH. dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas capaian yang diraih Kementan khususnya atas prestasi dari para penelitinya dan mengungkapkan apresiasi sebesarnya. Mentan berharap agar Profesor Riset yang baru dikukuhkan ini dapat lebih berperan aktif menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam bidang kepakaran, maupun dalam pengembangan jati-diri, integritas serta profesionalisme mereka, harapnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjry Djufry menjelaskan bahwa orasi Profesor Riset ini juga menjadi sarana untuk mendorong para Peneliti muda terus berkarya untuk mencapai jenjang fungsional peneliti tertinggi dan mendorong Peneliti Ahli Utama untuk melakukan orasi sebagai Profesor Riset. “Orasi kali ini merupakan orasi yang ke lima sesuai dengan petunjuk Peraturan LIPI No. 15 Tahun 2018 dan merupakan orasi ke 44 yang diadakan Balitbangtan sejak tahun 2006,” ujar Fadjry.

Keempat Profesor Riset ini menyampaikan naskah orasinya terkait bidang kepakarannya masing-masing, yakni:

1. Dr. Ir. Erwidodo, MS. yang bergerak dalam Bidang Ekonomi Pertanian dengan judul orasi “Reorientasi Arah dan Strategi Menuju Ketahanan Pangan Berkemandirian dan Berdaya Saing di Era Pasar Global”.

2. Dr. Ir. Mukhlis, MS. yang bergerak dalam Bidang Ilmu Tanah, Agroklimatologi, dan Hidrologi dengan judul orasi “Inovasi Teknologi Pupuk Hayati Mendukung Pengembangan Lahan Rawa Sebagai Lumbung Pangan”

3. Dr. Ir. Muhamad Sabran, M.Sc. yang bergerak dalam bidang Pemuliaan dan Genetika Tanaman dengan judul orasi “Digitalisasi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Genetik Tanaman”

4. Ir. Djajadi, MSc., PhD. yang bergerak dalam Bidang Budidaya Tanaman dengan judul orasi “Inovasi Teknologi Budidaya Terpadu untuk Peningkatan Daya Saing dan Keberlanjutan Usahatani Tembakau (Nicotiana Tabacum L.)”.

Dalam orasinya, Prof. Djajadi berhasil merumuskan gagasan baru untuk mengurangi impor tembakau dan meningkatkan daya saing tembakau dalam negeri. Peneliti bidang budidaya tanaman yang telah melepas 12 varietas unggul tembakau ini menambahkan, “Dengan implementasi inovasi teknologi budidaya tembakau terpadu, maka daya saing, produktivitas dan mutu tembakau dalam negeri dapat ditingkatkan, sehingga impor tembakau dapat diminimalkan dan usahatani tembakau dapat dijamin keberlanjutannya”, imbuh Djajadi.

Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *