Inventarisasi dan Evaluasi Blok Penghasil Tinggi (BPT) Sumber Benih Kelapa Dalam Di Propinsi NAD

Artikel Kelapa Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Beberapa hamparan populasi tanaman kelapa Dalam di Propinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD) layak dijadikan sebagai Blok Penghasil Tinggi (BPT) kelapa Dalam karena memenuhi persyaratan sebagai BPT. Lokasi BPT berada dekat dengan sarana transportasi, penampilan karakter produksi umumnya seragam, tidak ada serangan hama dan penyakit yang serius, dan potensi produksi diatas standar yang dipersyaratkan Ditjenbun yaitu produksi kopra diatas 2 ton/ha/tahun.

Hasil inventarisasi dan evaluasi BPT kelapa Dalam Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Pidie diperoleh 6 BPT yang tersebar di 7 desa, yaitu Seunebuk Teungoh, BPT Rimba Langgeh, BPT Simpang Peut (Kabupaten Aceh Barat), BPT Pante Baro, dan BPT Kuala Ceurape (Kabupaten Bireuen). Sedangkan BPT yang ada di Desa Mon Klayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen tidak memenuhi syarat sebagai BPT. Untuk Kabupaten Pidie diperoleh BPT Jorong Anou.

Berdasarkan hasil penilaian populasi pertanaman kelapa, kondisi Blok Penghasil Tinggi (BPT) kelapa Dalam di Propinsi Nangro Aceh Darussalam terutama di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Bireuen cukup baik walaupun kondisi bloknya tidak terawat karena terdapat gulma dengan beragam jenis mulai dari rumput, tanaman buah-buahan, kelapa sawit, cacao, mangga, dan tanaman liar lainnya. Pertanaman kelapanya umumnya berada di belakang rumah. Kondisi tanamannya baik, dengan potensi produksi kopra cukup tinggi, yaitu bervariasi mulai 2.03 ton sampai 2.82 ton kopra per hektar per tahun.

Kegiatan inventarisasi BPT di Propinsi NAD ini dilaksanakan oleh tim dari peneliti Balit Palma (Ir. Ismail Maskromo, M.Si., dan Ir. Miftahorrachman), staf Dinas Perkebunan Propinsi Nangro Aceh Darussalam, staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Barat, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Barat, dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pidie.

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 10-15 Mei 2015. Penilaian BPT dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan oleh pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi NAD yang merupakan BPT yang ada di Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Pidie.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Palma (Indonesian Palmae Research Institute)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *