Inovasi Teknologi Perbanyakan Bibit Tebu

Artikel Tebu Inovasi Tebu Inovasi Teknologi Produk Inovasi

INOVASI PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian pada tahun 2011 menghasilkan inovasi teknologi yang potensial untuk memperbanyak bibit yang cepat, banyak dan seragam adalah teknologi kultur jaringan.

Penyediaan bibit tebu melalui kultur jaringan melalui empat tahapan penting, yaitu induksi kalus, proliferasi kalus, diferensiasi kalus dan regenerasinya membentuk planlet. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan paket teknologi mikropropagasi dalam usaha pengadaan bibit tebu unggul yang murah, cepat dan teruji dalam skala luas.

Untuk kegiatan perbanyakan tebu diperoleh hasil bahwa penggunaan media untuk induksi kalus dengan penambahan 2,4-D dapat menginduksi kalus dari eksplan daun muda tanaman tebu.

Peningkatan konsentrasi 2,4-D hingga 3 mg/l dalam media tanpa penambahan ZPT lain cenderung dapat menurunkan jumlah eksplan berkalus. Penambahan casein hidrolisat pada media induksi kalus tidak mempengaruhi jumlah kalus yang dihasilkan, tetapi sangat berpengaruh pada kualitas kalus.

Untuk meregenerasi kalus menjadi planlet diperlukan formulasi media yang berbeda untuk masing-masing varietas, sedangkan penggunaan auksin (NAA dan IBA) pada media perakaran dapat menginduksi pembentukan akar.

Metoda perbanyakan yang dihasilkan dari penelitian ini telah diaplikasikan untuk memproduksi bibit tebu secara massal. Benih tebu kultur jaringan yang dihasilkan pada TA 2011 ini sebanyak 100.000 plantlet yang berpotensi menghasilkan 2.800.000 Budset G2 pada akhir 2012.


Gambar. Induksi dan proliferasi kalus (1-2); Diferensiasi/(regenerasi tunas (3-4) dan Pembentukan plantlet induksi perakaran(5-6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *