Inovasi Teknologi Badan Litbang Pertanian harus Membumi

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Badan Litbang Pertanian mengembangkan dua aspek penting. Dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi dibangun scientific recognition yaitu menciptakan inovasi teknologi. Science, tidak hanya berujung pada Jurnal, tapi juga dibumikan. Selanjutnya impact recognition, mitra harus mengetahui apa yang diciptakan oleh Badan Litbang memenuhi nilai manfaat. Karena kalau belum membumi, belum disebut inovasi, masih invensi.

Hal tersebut disampaikan Ka Badan Litbang Pertanian dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Badan Dr. Ir. Kasdi Subagyono pada acara penandatanganan kontrak kerjasama penelitian “Pengembangan Laboratorium Lapang Hasil Inovasi Teknologi Bersama (LLIB) Badan Litbang Pertanian di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat, di Jakarta tanggal 23 April 2013.

Kontrak kerjasama ditandatangani oleh Kepala Puslitbang Perkebunan Dr.Ir.  Muhammad Syakir, MS., selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunanm, Badan Litbang Pertanian, Kementeria Pertanian, dengan Bupati Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat Drs. Muhammad  Uswanas, M.Si. Penandatanganan disaksikan oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian beserta Kepala UK/UPT antara lain Kepala Puslitbangnak, Kepala Puslitbanghorti, Kepala BB Mektan, Kepala BB Pascapanen, Kepala BB Veteriner, Kepala BBP2TP dan para Kepala Bidang KSPHP.

Bupati Fakfak yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir. Omah Laduani Ladamay, M.Si. mengatakan, di Fakfak sudah dibangun Politeknik Negeri, dan tahun depan akan dibangun prodi baru Agroindustri. Berarti problem-problem SDM yang sementara ini muncul secara nasional, dimana orang Papua tidak bisa maju, karena SDM tidak siap, tidak ada alasan lagi, karena sekarang sudah siap.

Untuk menghasilkan produk-produk kompetensi sejalan dengan apa yang menjadi prioritas dan kebutuhan di Papua, di Fakfak sudah sangat kompleks. Bupati ingin mengajak semua pihak marilah kita jadikan Fakfak suatu kota/suatu pemerintahan di Papua yang menjadi Pilot Project Nasional.

Adanya krisis lahan di Indonesia, kalau Fakfak sukses, berarti kita bisa mengajak Kabupaten lain. Semua harus menyediakan lahan, supaya memenuhi target sejuta ha lahan, juga merata untuk seluruh Kabupaten di tanah Papua. Jika ini sukses, maka Indonesia sukses, kita berhenti bicara diplomatik di Papua, tapi kita bekerja, kata Bupati.

Ka Badan dalam sambutannya mengatakan bahwa LLIB di Fakfak merupakan model salah satu laboratorium Badan Litbang yang sudah dideklarasikan sebagai bagian dari diseminasi di wilayah Timur. Komitmen tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi bekerja. Laboratorium lapang sudah diinisiasi di tujuh tempat yaitu : Fakfak, Pak Pak Bharat, Banten, NTT, Kalsel, dan Kaltim.

LLIB sebagai sarana diseminasi yang sangat strategis, dan bagi pemerintah daerah sebagai sarana percontohan yang sangat strategis yang dapat digunakan sebagai bagian center of excellent untuk pembangunan pertanian di wilayah Fakfak, lanjut Ka Badan.

Saat ini Badan Litbang memasuki kurva kedua ini dengan komitmen pertama akan mendedikasikan anggaran yang diamanatkan sebagai investasi riset. Salah satunya membangun laboratorium lapang, kebun percobaan, memperbaiki sarana dan prasarana di UK/UPT, perpustakaan, yang kondisinya sudah rusak.

Kedua adalah merubah manajemen menjadi berbasis korporasi, semuanya harus profesional. Oleh karena itu pada setiap arahan Ka Badan selalu mengatakan “OK bekerja di lapangan”. Inovasi bisa dikatakan inovasi kalau di lapangan ada. Maka semangat kami tidak hanya menciptakan tapi juga mereplikasi sebagai logistic base.

Kepada pemerintah daerah melalui BPTP sudah ditatar untuk bisa membumikan. Ka Badan mengharapkan ada feed back, karena inovasi belumlah sempurna. Oleh karena itu Badan Litbang akan ada re-inovate, untuk meneliti kembali dan menyempurnakan inovasi dengan menampung semua feed back. Badan Litbang terbuka menerima kritik, saran dan feed back yang sangat membangun dalam rangka melengkapi inovasi, imbuh Ka Badan.

Agroekosistem, mungkin tidak masalah di Fakfak, iklimnya mendukung, lahannya subur. Dalam dikusi bahwa Bupati sedang menggerakkan salah satu sumberdaya yaitu SDM. Badan Litbang mempunyai komitmen baru untuk menggabungkan antara penelitian, pengkajian, pengembangan, pembibitan, pelatihan, penyuluhan dan penerapan dalam satu cor yang harus dilakukan kepala UK/UPT.

Komoditas2 unggulan Fakfak yang menjadi prioritas utama, selanjutnya sebagai bahan bagian pendukung akan disusun sebagai bahan berbagai strategi yang didukung dengan inovasi yang pas supaya potensi daerah tergerakkan, Badan LItbang mendukung penuh.

Ka Badan juga memberi semangat dengan tag line “science, innovation, network”. Science sudah diutarakan sebelumnya. Inovasi merupakan bagian ouput yang harus dihasilkan dan dibumikan. Network, mohon informasi tentang Politeknik yang baru dibuka supaya masuk dalam jaringan Badan Litbang Pertanian, supaya link langsung dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan dalam MOU. Sehingga tidak saja Laboratorium, tapi juga pembinaan SDM dan sebagainya bisa kita frame didalam konteks dukungan inovasi Badan Litbang melalui network.

Kemitraan dengan Pemda Fakfak harus ditingkatkan yaitu dengan membumikan segera mengenai laboratorium lapangan. Mari Kita BUMIKAN, kita kerjakan, tidak saja dalam dokumen mati tapi harus operasional. Meskipun frame masih laboratorium lapangan, tapi itu bagian dari titik Bupati dalam memulai gerakan/empowering. Kabadan mengapresiasi kerjasama ini yang saling menguntungkan. Bagi Badan Litbang inovasi terdiseminasi, bagi Pemda adalah menggunakan inovasi tersebut untuk pembangunan. (\Bur\Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *