Induksi Embrio Somatik Sekunder Kopi Arabika dan Deteksi Keragaman Somaklonal Menggunakan Marka SSRs

Artikel Kopi Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Embriogenesis somatik sekunder pada tanaman kopi dapat digunakan untuk memperbanyak varietas unggul, hasil transformasi dan mutasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media terbaik dalam menginduksi embrio somatik sekunder dalam media padat maupun semi padat, dan mengevaluasi kemungkinan terjadinya variasi somaklonal pada planlet yang dihasilkan. Eksplan yang digunakan adalah embrio somatik primer fase torpedo dari varietas AS2K. Perlakuan yang diuji adalah jenis sitokinin yaitu: 2-iP (4,54 dan 9,08 μM), kinetin (9,30 μM) dan BAP (BAP 17,76 μM dan 1,33 μM) dan kepadatan media (padat dan semi padat). Analisis molekuler menggunakan 20 primer marka SSRs dengan jumlah ulangan 10 planlet per perlakuan. Hasil penelitian memperlihatkan media dengan penambahan BAP 17,76 μM menghasilkan persentase embrio somatik sekunder tertinggi (75,50%), embrio somatik sekunder terbanyak (10,63), embrio somatik tersier, kuarter dan kuiner. Jumlah embrio somatik sekunder yang dihasilkan pada media padat lebih banyak dibandingkan semi padat. Berdasarkan analisis molekuler, planlet yang dikulturkan pada semua perlakuan relatif seragam, kecuali pada perlakuan BAP 17,76 μM yang menunjukkan telah terjadi perubahan satu alel pada lokus ssrR209. Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan media kultur dengan 2-iP 9,08 μM lebih dianjurkan untuk menginduksi embrio somatik sekunder karena dapat menghasilkan jumlah embrio somatik cukup banyak dan tidak memperlihatkan adanya variasi somaklonal pada planlet yang dihasilkan.

Kata kunci: Coffea arabica, embrio somatik tersier, embrio somatik kuarter, embrio somatik kuiner, media semi-padat

Link terkait : Induksi Embrio Somatik Sekunder Kopi Arabika dan Deteksi Keragaman Somaklonal Menggunakan Marka SSRs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *