Indonesia Jalin Kerjasama Teknologi Tebu dengan Kolombia

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Didasari kesamaan iklim tropis kedua negara, Indonesia dan Kolombia segera melakukan kerjasama di bidang pertanian demi kemajuan kedua belah pihak. “Kita kedatangan Duta Besar Kolombia, Alfonso Garzon Mendez. Intinya, Kolombia dan Indonesia sama-sama di daerah tropis. Ada kesamaan dari produk komoditasnya, jadi ini akan dikerjasamakan,” ucap Suswono, Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Kerjasama yang akan dilakukan berupa pertukaran riset. Kolombia meminta riset kelapa sawit Indonesia, sedangkan Indonesia meminta riset tebu dari Kolombia. Hal tersebut dilakukan karena melihat rendemen tebu di Kolombia minimal 12.

“Untuk tebu, Saya berharap tahun ini sudah ada realisasinya. Karena kalau tahun ini sudah ada, tahun depan sudah bisa panen. Itu akan sangat mendongkrak. Bayangkan kalau kita bisa menghasilkan rendemen 10 saja. Luas lahan kita 400 ribu hektar, kita jadi bisa menghasilkan 4 juta ton.

Walaupun sebenarnya pada tahun 90-an Kolombia pernah belajar dengan Indonesia mengenai tebu. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3G) sendiri akan terus kita dorong untuk menghasilkan varietas-varietas unggul,” ungkap Suswono.

Selain tebu, Kolombia juga menawarkan sapi pada Indonesia. Kolombia menyatakan bahwa mereka sudah melakukan ekspor sapi ke negara-negara Timur Tengah dan sudah mendapat sertifikat halal. Mereka juga sudah mendapat pengakuan bebas PMK (penyakit mulut dan kuku) yang sudah diakui OIE (organisasi internasional khusus kesehatan hewan).

Suswono menegaskan bahwa impor hanya dilakukan untuk bibit sapi unggul yang bisa memperbaiki genetik sapi lokal karena produktivitas sapi-sapi perah lokal saat ini masih rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *