Inbreeding Depression pada Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Inovasi Jarak Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Biji yang dihasilkan pada tanaman jarak pagar dapat berasal dari hasil penyerbukan silang maupun penyerbukan sendiri. Pada tanaman menyerbuk silang, terjadinya penyerbukan sendiri dapat mengakibatkan inbreeding depression (ID) atau penurunan nilai karakter karena dengan penyerbukan sendiri akan terjadi penggabungan gen-gen yang sama sehingga genotipe yang dihasilkan semakin homosigot.

Sejumlah hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai karakter sebagai akibat ID pada tanaman menyerbuk silang. Beberapa peneliti melaporkan pengaruh yang tidak nyata antara hasil penyerbukan sendiri dengan hasil penyerbukan silang, sementara peneliti lainnya melaporkan adanya outbreeding depression (OD).

Pada tanaman jarak pagar, belum banyak informasi yang berkaitan dengan penurunan nilai karakter, baik ID maupun OD, terutama karakter daya hasil yang diwujudkan dalam bentuk jumlah buah per tanaman. Penelitian untuk mengevaluasi terjadinya ID dan OD yang dapat mengakibatkan penurunan hasil pada progeni tanaman jarak pagar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerbukan sendiri pada tanaman jarak pagar tidak selalu mengakibatkan ID. ID ditemukan pada sebagian karakter progeni hasil penyerbukan sendiri tetua 1 (575-3), 2 (HS 49-2), 4 (PT 13-1), 5 (SP 16-2), 6 (PT 33-2), 7 (3012-1), 8 (PT 15-1), 9 (PT 14-1), dan 10 (Sulsel 8), sedangkan OD ditemukan pada progeni hasil penyerbukan silang tetua 3 (IP 1A-2) dengan tetua lainnya.

Penyerbukan sendiri tetua 2 (HS 49-2), 6 (PT 33-2), 8 (PT 15-1), dan 9 (PT 14-1) mengakibatkan ID pada karakter umur berbunga dan OD pada karakter jumlah buah per tanaman dan menghasilkan progeni yang lebih cepat berbunga dan berbuah lebih banyak dibanding penyerbukan silangnya. OD mengakibatkan penurunan hasil pada F1.

Persilangan antar tetua dengan daya hasil berbeda menghasilkan progeni F1 dengan daya hasil lebih rendah dari tetua terbaiknya. Persilangan dengan tetua jantan berdaya hasil rendah menghasilkan progeni F1 yang berdaya hasil lebih rendah dari tetua betinanya. Penurunan daya hasil pada progeni F1 akibat persilangan dengan tetua jantan berdaya hasil rendah berkisar 31-76%.

Selengkapnya download fulltext: perkebunan_Rr.-SRI-HARTATI-2.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *