Identifikasi Karakter Morfo-Fisiologi Penentu Produktivitas Jambu Mete

Artikel Jambu Mete Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Produktivitas jambu mete di Indonesia masih rendah karena budidayanya yang masih sederhana dan belum menggunakan bahan tanaman unggul. Hasil tanaman ditentukan oleh beberapa karakter morfofisiologi seperti luas dan tebal daun, jumlah stomata, laju fotosintesis, kandungan klorofil, relative water content (RWC), dan potential osmotik daun.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfo-fisiologi yang menentukan hasil jambu mete. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikampek dan Laboratorium, Balittro, Bogor, Jawa Barat, pada bulan Januari-Desember 2012. Bahan tanaman yang digunakan adalah dua varietas jambu mete produksi tinggi (B02 dan GG1) dan tiga varietas produksi rendah (Laode Gani, Laode Kase, dan Laura).

Tanaman dibedakan dalam tiga kelompok umur (5, 8, dan 17 tahun). Parameter yang diamati karakter morfologi seperti ketebalan daun (μm), luas daun (cm2), produksi gelondong (kg/tanaman), berat kering daun (g/daun), anatomi (jumlah stomata), dan parameter fisiologi meliputi kandungan klorofil (a+b) (%), laju fotosintesis (μmol CO2 m-2s-1), karbohidrat daun (%), potensial air daun (bar), dan Relative Water Content (RWC) (%). Untuk mengetahui parameter morfo-fisiologi yang berpengaruh nyata terhadap produksi dilakukan uji komponen penentu hasil, yaitu peubah morfofisiologi terhadap produksi gelondong mete. Hasil penelitian menunjukkan peubah klorofil tanaman jambu mete berpengaruh nyata antar aksesi.

Hasil analisis antar peubah morfo-fisiologi dan komponen hasil menunjukkan hanya peubah klorofil yang berkorelasi positif terhadap hasil gelondong aksesi jambu mete yang berproduktivitas tinggi. Fungsi hasil digambarkan dalam formula lnhasil gelondong = 2,01 + 11,0 lnklorofil, sedangkan pada aksesi yang produktivitasnya rendah peubah klorofil tidak berpengaruh nyata. Fungsi ini mengindikasikan apabila kandungan klorofil meningkat 1% maka produksi gelondong akan meningkat 11%.

Kata kunci: Anacardium occidentale, karakter morfo-fisiologi, produksi.

 

Download full text: perkebunan_Jurnal-Ireng-Darwati-4.pdf

Sumber: Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol. 19 No. 4, 2013

Berita terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *