Identifikasi Cendawan Mikoriza arbuskular (CMA) pada Beberapa Tekstur

Artikel Kelapa Sawit Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman kelapa sawit ditanam hampir pada semua jenis tanah seperti gambut, liat berlempung dan lempung berpasir dengan proporsi kandungan tiap tekstur tanah berbeda-beda dilapangan. Cendawan mikoriza arbuskular (CMA) merupakan mikroorganisme tanah yang berperan sebagai mikroba perombak, membantu tanaman dalam penyerapan unsur hara dari tanah.  

Cendawan mikoriza arbuskular merupakan salah satu alternatif teknologi untuk membantu pertumbuhan, meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman terutama yang ditanam pada lahan-lahan marjinal. Hal ini disebabkan CMA mempunyai berbagai potensi biologis seperti perbaikan nutrisi tanaman, sebagai pelindung hayati (bio-protection), meningkatkan resistensi tanaman terhadap kekeringan, terlibat dalam siklus bio-kimia, sinergis dengan mikro-organisme lain. Peran lainnya adalah mikoriza arbuskula ini mampu menjadi antagonis bagi mikroba parasit akar dan memiliki sinergisme dengan mikroba tanah yang lain.

Analisis contoh tanah dilakukan di Laboratorium Pengujian Balittro – Bogor. Parameter yang diamati, yaitu pH, kelembaban tanah, jenis dan jumlah populasi spora mikoriza. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikoriza yang ditemukan adalah dari jenis Glomus dengan populasi bervariasi menurut jenis tanah, yaitu berkisar antara 175,3 – 283 buah per 100 mg tanah. Populasi tertinggi, yaitu 283 spora per 100 mg tanah ditemukan pada jenis tanah gambut di perkebunan kelapa sawit PT. Agro Bukit yang belum berproduksi (umur <5 tahun). Populasi terendah, yaitu 175,3 spora per 100 mg tanah ditemukan pada tektur tanah liat berlempung di lokasi perkebunan kelapa sawit PT. Agro Bukit yang telah berproduksi normal (umur
>10 tahun)..

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *