ICC dan Puslitbangbun: Berkolaborasi Mewujudkan Pengembangan Kelapa Berkelanjutan

Artikel Palma Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Kelapa sering disebut sebagai pohon kehidupan karena semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia dan mahluk lainnya. Namun sampai saat ini pengelolaan kelapa belum optimal, mulai dari aspek hulu sampai hilirisasi produk serta aspek pemasaran. Masalah tersebut berdampak pada rendahnya produksi kelapa dan mutu produk, serta belum tercapainya kesejahteraan petani seperti yang diharapkan. Disamping itu, kelapapun tengah dihantam dengan kampanye gelap yang tidak memiliki landasan ilmiah, yang mungkin disebarkan untuk kepentingan dagang sejumlah pihak.

Menghadapi masalah ini, pemerintah dan organisasi internasional kelapa dunia (International Coconut Community / ICC) terus berupaya menjawab tantangan dengan berbagai program penyediaan benih unggul bersertifikat, litbang, diversifikasi produk bernilai ekonomi tinggi, pelatihan dan diseminasi. ICC yang berkantor di Jakarta dan memiliki anggota tetap sebanyak 19 negara, dilengkapi dengan beberapa technical working group seperti COGENT (Coconut Genetic Resources Network) kultur jaringan dan Integrated Pest Management (IPM) network.

Executive Director ICC dan market development officer, Mr. Alit mengunjungi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) pada Selasa 6 November 2018. Tujuan pertemuan adalah untuk menyampaikan program ICC dan melihat fasilitas kantor dan laboratorium Puslitbangbun, Balitbangtan serta membahas peluang-peluang kerjasama dengan Kementerian Pertanian termasuk Balit Palma yang memiliki mandat penelitian komoditas kelapa.

Tim ICC diterima oleh Kepala Puslitbangbun, yang diwakili oleh Kabid KSPHP, Ir. Jelfina C. Alouw, MSc, PhD, Kepala Subbid Kerjasama, Dr. Saefudin, Kassubid PHP, Soedarsono, SE, Peneliti senior Prof. Dr. Ir. Deciyanto Soetopo, MSc dan Dr. Suci Wulandari serta staf KSPHP.

Setelah berdiskusi tentang kelapa, tim ICC berkunjung ke laboratorium yang melakukan mikropropagasi benih dengan berbagai tehnik antara lain melalui somatic embryogenesis. Pada kesempatan tersebut, Mr. Salumn mengapresiasi kinerja Balitbangtan dan menyatakan kekagumannya terhadap fasilitas yang dimiliki oleh Puslitbangbun.

Selanjutnya Mr. Salumn menyatakan keinginannya untuk bekerjasama dengan Balitbangtan, Kementan dalam mengimplementasikan program ICC dalam rangka meningkatkan produktivitas kelapa, mengangkat derajat hidup petani dan keberlanjutan industri kelapa dinegara-negara anggota termasuk Indonesia. Keterlibatan para peneliti Balitbangtan kelak dalam beberapa Technical Working Group diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi keberlanjutan pengembangan kelapa di Indonesia.

#SALAMKELAPA

#JAYALAHPERTANIANINDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *