HPS ke-39 Menjadi Media Inisiasi Kerja Sama Puslitbangbun dengan 6 Pemda Kabupaten

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Usai pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2 November 2019 ke-39 di Kendari, Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH., M.Si., mengajak seluruh pihak, baik pejabat pimpinan daerah, Dewan Perwakilan Rakyat, hingga partai politik turut bertanggungjawab memajukan pertanian agar Indonesia mampu menyediakan pangan untuk kebutuhan dalam negeri dan dunia.

HPS ke-39 mengangkat tema “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” telah mencuri perhatian banyak pihak, mengingat saat ini pertumbuhan penduduk dunia dan domestik sangat pesat sehingga potensi terjadinya kekurangan pangan sangat mungkin terjadi seiring dengan perubahan iklim persaingan mendapatkan sumber-sumber pangan.

Menteri Pertanian bahkan berharap dengan HPS dapat menarik perhatian dunia dalam rangka meningkatkan investasi dalam negeri terutama komoditas perkebunan baik sektor hulu dan hilir. Pertanian ke depan harus dikelola secara modern, dengan menumbuhkan sektor industri pertanian, sehingga mampu bersaing dengan pasar dunia, tegasnya.

Untuk memajukan sektor pertanian tidak terlepas dari sinergisitas seluruh pihak dengan Kementerian Pertanian dalam menggulirkan program dan kegiatan. Diperlukan kerja sama yang terukur dan sistematis mengingat jangkauan sektor pertanian Indonesia sangata luas.

Di kesempatan yang berbeda Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Ir. Syafaruddin, Ph.D., menegaskan bahwa, “kerja sama dengan berbagai pihak sangatlah penting dalam upaya mempercepat diseminasi teknologi inovatif perkebunan”, pada saat rapat struktural Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP), 31 Oktober 2019 yang lalu di Bogor.

Target Indikator Kinerja Utama (IKU) 2015-2019 Lingkup Puslitbangbun sebesar 150 dokumen kerja sama dan atau Kerangka Acuan Kerja (KAK). Dua tahun terakhir Puslitbangbun telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan 19 pemerintah daerah, perguruan tinggi dan swasta dalam pengembangan teknologi inovatif perkebunan. Sebagian Kerja sama telah ditindaklanjuti melalui diseminasi teknologi kepada pengguna. Kepala Puslitbangbun berharap tindak lanjut dalam berbagai bentuk yang bermuara pada termanfaatkannya teknologi inovatif Puslitbangbun oleh para stakeholders agar terus diakselerasi, sehingga target diseminasi dan pemanfaatan teknologi tercapai.

Selain itu, Kepala Bidang KSPHP Puslitbangbun Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D., menegaskan, pentingnya memanfaatkan moment HPS-39 ini dengan penjajakan dan perluasan jaringan kerja sama dengan Pemerintah Daerah yang memiliki potensi besar komoditas perkebunan, namun teknologi inovasinya belum berkembang secara baik.

Penegasan tersebut ditindaklanjuti langsung Kepala Sub Bidang Kerja Sama Puslitbangbun Dr. Saefudin, SP., M.Si., pada kesempatan HPS ke-39 ini dengan melakukan diskusi langsung dengan enam Pemerintah Daerah yakni : Pemerintah Daerah Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Bengkulu, Pemerintah Daerah Jambi, Pemerintah Daerah Kalimantan Utara, Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara. Penjajakan kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti pada tahun 2020 sekaligus pelaksanaan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) terutama dengan dinas perkebunan/pertanian terkait sebagai unit eselon II.

Semoga dengan perluasan jaringan kerja sama Puslitbangbun dengan Pemerintah Daerah khususnya mampu memacu transformasi teknologi inovatif perkebunan dalam rangka mendukung pertanian maju dan upaya meningkatkan kesejahteraan petani. (Sae/3/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *