HKP, Momen Kementan Bangun Optimisme di Tengah Pandemik Covid-19

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Momentum Hari Krida Pertanian (HKP) yang diperingati setiap 21 Juni, adalah penanda secara astronomi saat keadaan proses produksi tanaman berakhir, dan akan dimulai untuk persiapan produksi selanjutnya, sehingga para petani akan menyatakan syukur atas panen raya. Upacara Hari Krida Pertanian ke 48 tahun 2020, merupakan sejarah pertama kali dilaksanakan di tengah pandemik Covid-19. Upacara HKP tahun 2020 di kantor Kementerian Pertanian pada hari Selasa, 23 Juni 2020 dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian (Dr. H. Syahrul Yasin Limpo , SH , M.Si , MH), dihadiri oleh seluruh Eselon I, II serta 988 peserta dari Aparat Sipil Negara Kementerian Pertanian melalui telekonfrensi.

Syahrul sangat berterima kasih pada para petani yang selalu hadir menjadi pahlawan, bekerja tanpa lelah untuk pangan, menjaga stok pangan cukup dalam menjaga pangan Indonesia. HKP juga menjadi momentum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian yang modern, dimana teknologi yang menjadi panglimanya. Pertanian tidak boleh lagi dilakukan dengan cara-cara yang lama dan berpola tradisional, namun harus lebih maju, mandiri dan modern. Inovasi teknologi pertanian harus digiatkan untuk meningkatkan produksi dengan melibatan generasi muda, online system, peningkatan tenaga kerja, menumbuhkan ekspor yang lebih baik dan memberi manfaat untuk kesejahteraan masyarakat, ujar Syahrul. Covid-19 tidak boleh mengalahkan kita tapi menjadikan tantangan membangun pertanian Indonesia, Syahrul optimis.

Pandemi covid-19 yang telah melanda dunia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga sosial-ekonomi. Dimensi sosial dan ekonomi masyarakat pun turut bersinggungan dengan ketahanan pangan. Untuk itu, peningkatan produksi menjadi sebuah kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal. Beberapa sektor yang mengalami krisis akibat pandemik Covid-19 antara lain; kesehatan, sosial ekonomi, industri, transportasi perdagangan termasuk juga pertanian. Syahrul mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian. Hal ini penting, agar masyarakat sadar pangan tidak boleh terhenti berproduksi, pertanian harus tangguh dan semakin kuat, menjadi garda terdepan dalam melawan pandemik covid -19 dengan mempertahankan ketersediaan pangan nasional, memanfaatkan inovasi teknologi, sumberdaya manusia/alam.

Syahrul mengajak kepada segenap jajaran ASN Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian demi kesejahteraan petani. Pertanian Indonesia harus dibangun dengan rasa optimisme, bergotong royong, berfikir positif dan percayadiri dalam kehidupan normal baru disektor pertanian, agar masyarakat sadar pangan. Sektor lain memang penting tapi pangan lebih utama, kalau tidak makan apapun tidak bisa dilakukan, kita butuh pangan sehat, cukup gizi yang seimbang dan imunitas yang tetap terjaga, untuk itu pangan harus tercukupi. Kementerian Pertanian hadir meningkatkan produksi nasional berbasis pertanian rakyat dan keberpihakan pada petani kecil. Program berpihak pada petani harus diperkuat. Kementan telah alokasikan bantuan benih/bibit, program padat karya, stabilisasi stok dan harga pangan, serta distribusi dan transportasi pangan. Selain itu, pemerintah sudah menyiapkan skema bantuan untuk petani, baik KUR maupun asuransi pertanian, Syahrul mengakhiri sambutan.

Upacara HKP dilanjutkan dengan ramah tamah yang diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Menteri Pertanian Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *