Hari Krida Pertanian dan Kedaulatan Pangan

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Indonesia merupakan Negara agraris yang di lewati oleh garis khatulistiwa, memiliki dua musim, yaitu musim kemarau (April hingga September) dan musim hujan (Oktober hingga Maret). Dua musim tersebut sangat berpengaruh terhadap kalender tanam bagi petani di Indonesia. Diperlukan perhitungan matang untuk menentukan waktu menanam dan memanen yang baik, diantaranya petani juga perlu memperhatikan pergerakan angin dan kondisi lingkungan sekitar, baik dari segi penyebaran hama penyakit dan serangga.

Pada abad ke-IX diperkenalkan istilah pranata mangsa yang merupakan suatu cara pembagian musim dalam dua belas musim yang kemudian diuraikan meliputi hujan, angin, serangga, penyakit, dan sebagainya, saat itulah ditetapkan tanggal 21 Juni adalah saat permulaan musim ke-I dari awal siklus dua belas musim tersebut. Dengan demikian bulan Juni merupakan bulan yang penting bagi masyarakat pertanian.

Tanggal 21 Juni ditetapkan sebagai Hari Krida Pertanian Indonesia. Hari Krida Pertanian merupakan hari perayaan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmatnya yang telah melimpahkan kekayaan alam untuk seluruh Rakyat Indonesia. Selain itu Hari Krida Pertanian dapat dijadikan momentum untuk memohon kepada Tuhan agar tahun-tahun selanjutnya Indonesia mampu lebih baik lagi dalam memanfaatkan dan menjaga kekayaan alam yang merupakan karunia terindah-Nya.

Hari Krida Pertanian juga menjadi wujud apresiasi dan penghargaan kepada para petani, peternak dan pekebun, serta seluruh pelaku pertanian, yang telah bekerja keras menyediakan pangan bagi seluruh rakyat dan menghasilkan berbagai komoditas produk pertanian. Selain itu, hari Krida dimaknai sebagai momentum untuk mawas diri semua insan pertanian untuk introspeksi terhadap semua kekurangan dan kesalahan, serta mengupayakan perbaikan dan peningkatan di masa mendatang.

Tahun ini Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) bersama seluruh Unit Kerja/ Unit Pelaksana Teknis dari Badan Litbang Pertanian yang berkantor pusat di Cimanggu, Bogor, melaksanakan upacara memperingati Hari Krida Pertanian di lapangan Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu (22/6/2018). Upacara diikuti oleh seluruh ASN lingkup kawasan Cimanggu lengkap dengan seragam Korpri dengan pembina upacara Kepala Puslitbang Hortikultura, Dr. Ir. Hardiyanto, MSc.

Dalam kesempatan tersebut, Pembina upacara membacakan pidato Menteri Pertanian yang mengajak seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras meningkatkan produksi pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Kebijakan kedaulatan pangan tersebut telah dicanangkan dalam amanat UU No. 18/2012 tentang Pangan, dengan memberikan kepastian bahwa Kedaulatan Pangan merupakan hak negara dan bangsa dalam menentukan kebijakan pangan secara mandiri menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal. Negara Indonesia dengan jumlah penduduk 252 juta yang merupakan terbesar keempat di dunia dan dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49% membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar.

Presiden RI, Joko Widodo telah memerintahkan agar swasembada pangan dicapai dalam waktu yang cepat. Untuk pencapaian swasembada beras harus dicapai dalam waktu tiga tahun. Sementara itu untuk komoditas pangan lainnya harus dilakukan percepatan peningkatan produksi secara nyata, sehingga menghindari impor. Dengan penuh rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa, Hari Krida Pertanian ke-46 yang dilaksanakan masih dalam suasana lebaran, sehingga menambah hikmat dan ramai oleh silaturahmi saling maaf memaafkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *