Hama Tanaman Rami: Ulat Penggulung Daun – Sylepta spp.

Inovasi Kakao Inovasi Teknologi

INOVASI PERKEBUNAN – Serangga herbivora dari ordo Lepidoptera selain ulat hitam rami Arcte coerulea (Infotek: vol.3, no.10, Oktober 2011) yang juga berpotensi sebagai hama rami adalah ulat penggulung daun Sylepta spp., yaitu : Sylepta derogate, Sylepta silicalis (sabinusalis), dan Sylepta. Aurantiacalis. Keberadaannya sebagai hama rami ada pada sepanjang musim tanam rami di negara-negara pengembang rami. S.derogata F. sering disebut sebagai ulat penggulung daun kapas (Cotton leaf roller).

Serangga hama ini polifagus, yaitu menyukai memakan lebih dari satu atau beberapa tanaman. Selain menyukai kapas dan rami sebagai inangnya juga dijumpai pada kedelai, kacang tanah, kacang panjang, buncis, rosela (Hibiscus spp.), kapok, balsa dan tanaman liar jenis kacang-kacangan.

Serangan berat yang terjadi pada daun rami hanya tersisa bagian epidermis, tulang-tulang maupun urat-urat daunnya. Kehadiran serangan hama penggulung daun tersebut pada beberapa inangnya adalah dengan adanya gejala tergulungnya daun dan bekas gerekan pada daun yang dimakan oleh ulatnya (larva) di dalam gulungan daun tersebut. Apabila gulungan daun dibuka akan ditemukan larva yang sedang aktif makan. Apabila larva disentuh cepat bergerak menghindar untuk bersembunyi.

Metamorfosanya sempurna, yaitu: telur – larva (ulat) – pupa (kepompong) – imago (ngengat). Larva bentuknya ramping, silinder berwarna hijau transparan. Panjang larva dapat mencapai 20 mm. Larva makan dengan cara menggerek daun dari tepi sampai ke tulang utama dengan gejala daun menggulung atau melipat.

Pada stadium larva jumlah instar bervariasi mulai dari instar 1 sampai dengan instar 5 atau instar 6 adalah larva instar akhir disebut prepupa, pada fase tersebut aktivitas makannya mulai berkurang untuk melanjutkan ke stadium pupa yang sudah tidak aktif makan lagi berada di dalam gulungan daun.

Perkembangan stadium selanjutnya dari pupa menjadi imago adalah serangga dewasa yang disebut Ngengat yang makan dengan menghisap nektar dari bunga dan banyak beraktivitas pada malam hari. Prilaku larva waktu makan sendiri-sendiri (tidak bergerombol). Larva hama penggulung tersebut memiliki tiga pasang kaki toraksis (pada 3 segmen dada) dan empat kaki proleg abdomen (pada segmen perut).

Perbedaan sifat morfologi antar instar yang paling mencolok adalah antara instar ke1 dan instar 2 adalah pada kehadiran dari 2 bintik coklat pada sisi dorsal segmen protorak. Instar yang  lainnya dibedakan oleh ukuran dan bentuk perisai-perisai. Pupa ber tipe obtekta dan berbentuk kerucut, nampak jelas dipisahkan dalam 10 segmen abdomen kecuali pada segmen ke 9 dan 10.

Pori genitalia (lubang alat kelamin) berada pada bagian ventral (sisi perut) dibawah segmen abdomen ke 8 pada yang betina, dan yang jantan pada segmen ke 9. Abdomen yang jantan lebih ramping diban-dingkan dengan yang betina. Sayap ngengat berwarna kuning dan krem keemasan dengan beberapa garis tak teratur melintang sayap, berwarna coklat kehitaman, bentangan sayapnya 30– 40 mm. Ngengat betina meletakan telur di permukaan daun, telurnya berukuran kecil berwarna kuning terang.

Di alam, serangga hama penggulung daun S. derogata F. dapat dikendalikan oleh beberapa musuh alaminya, yaitu oleh beberapa parasitoid dan predator. Yang menjadi parasit larva adalah tawon tabuhan Apanteles sp., (Braconidae), Copidosoma sp., dan Elamus brevicornis (Encyrtidae).

Survei yang dilakukan di Nigeria menunjukkan bahwa parasit larva: A. syleptae parasitasainya terhadap larva S. derogata 98.6% Ada tiga parasit kepompong , yaitu: Brachymeria feae Masi (Chalcididae), Xanthopimpla sp. (Ichneumonidae) dan Cadurcia auratocauda Curr.(Tachinidae). Bersama-sama, mereka menyebabkan parasitasi rata-rata 31.7% (Dwi Winarno/ Peneliti Balittas).

Gejala serangan  ulat  S. derogata F. pada daun rami

Ulat S. derogata F.

Sumber : Infotek Perkebunan Volume 4, Nomor 10, Desember 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *