Hama Kutu Bulu Putih pada Tanaman Tebu dan Pengendaliannya

Inovasi Tebu Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Ceratovacuna lanigera (Homoptera: Aphididae) dikenal dengan nama kutu bulu putih pada tanaman tebu atau sugarcane woolly aphid, merupakan salah satu hama penting. Kutu bulu putih terdapat pada permukaan bawah daun tebu, mengisap cairan daun sehingga daun menjadi kering.

Umumnya serangan kutu tersebut diikuti dengan serangan jamur embun jelaga yang dapat menutupi permukaan daun. Serangan berat dari hama ini dapat menurunkan produksi gula sebesar 40%. Hama ini juga bersifat sebagai vektor/pembawa virus penyakit garis kuning (sugarcane yellow leaf virus (SCYLV)).

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara pengendalian hayati menggunakan musuh alami seperti parasitoid dan predator. Pengendalian secara kimiawi dilakukan pada saat populasi hama tinggi, menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif Malathion atau Dimethoate. Bahan tanaman yang akan ditanam harus bebas dari kutu bulu putih.

Kutu bulu putih tebu (C. lanigera) merupakan hama potensial yang populasinya dapat meningkat pada saat keadaan lingkungan sesuai untuk perkembangannya. Serangan berat dapat menurunkan produksi gula sebesar 40%. Oleh karena itu diperlukan aktivitas monitoring hama ini secara intensif.

Gambar.  Kutu bulu putih (Ceratovacuna lanigera) pada tanaman tebu, a) gejala serangan C. lanigera, b) berbagai stadia C. lanigera, c) daun tebu yang tertutup embun jelaga akibat adanya C. lanigera d) C. lanigera memenuhi seluruh permukaan daun dan  e) daun tebu yang mengering akibat serangan C. lanigera.

Selengkapnya Klik disini

Link terkait : Warta Puslitbang Perkebunan Vol. 20 No. 2, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *