Halal Bi Halal Keluarga Besar Puslitbang Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS, PERKEBUNAN – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) Dr.Ir. Muhammad Syakir, MS., didampingi istri menyalami para Karyawan, Warga Emas dan Dharma Wanita lingkup Puslitbang Perkebunan dalam acara halal bi halal di Aula Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor (5/8/2014). Acara halal bi halal tersebut digelar untuk meningkatkan sillaturrahim keluarga besar Puslitbang Perkebunan.

Dalam sambutannya, M. Syakir menelaah tentang apa yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan. Bahwa kita telah bersabar di dalam kebersamaan, dan lancar menjalankan ibadah puasa. Tapi itu bukan akhir dari suatu perjuangan, tapi merupakan komitmen kita melanjutkan substansi apa yang kita raih dalam bulan Ramadhan. Harapannya semangat dalam bulan Ramadhan dapat diterapkan dalam tatanan kehidupan sehari-hari dan berjuang dalam mengemban amanat rakyat untuk menghasilkan suatu inovasi teknologi sektor perkebunan untuk rakyat Indonesia.

Selanjutnya beliau mengajak agar semangat bulan puasa, kebersamaan tetap dilanjutkan. Bersama-sama di dalam melakukan riset,  memberikan kebaikan,  tidak membuat hal yang negatif, dan sama-sama memberi yang terbaik untuk bangsa. Mari kita melaksanakan tugas penelitian dengan sabar dan kebersamaan dalam menghasilkan inovasi teknologi, ujar M. Syakir.

Dr. Pasril Wahid, sebagai wakil dari Warga Emas yaitu para purnabhakti Puslitbang Perkebunan memberikan sambutan.  Dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada dua manfaat silaturrahim. Pertama, dengan silaturrahim tidak hanya memperpanjang umur tetapi juga menambah rezeki. Kedua, kita tidak hanya saling bertemu, bersalaman, bertatap muka, tetapi juga saling memaafkan. Beliau berharap mudah-mudahan kita  dapat dipertemukan kembali dengan bulan puasa mendatang.

Selanjutnya halal bi halal diisi dengan siraman rohani oleh ustad Yasir A. Liputo. Dalam ceramahnya dikatakan  bahwa ada tiga makna halal bi halal. Pertama, semangat berterima kasih (syukur), dalam hal ini dengan berterima kasih kepada warga emas yang telah membesarkan dan menorehkan tinta emas di Puslitbang Perkebunan. Karena siapapun yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia, bagaimana mungkin ia berterima kasih kepada Tuhannya.

Kedua, mau berterus terang (shidiq/jujur), alangkah baiknya kalau kita selalu berterus terang, karena dengan berterus terang, hidupnya akan “terang terus”, ujar ustad Yasir. Ramadhan bulan berterus terang, semua kesalahan dan dosa kita sebutkan dan mohon ampunan kepada Tuhan. Tapi kita tidak mau berterus terang kepada sesama kita. Hal itu yang membuat hubungan kita tidak terang terus selama ini. Karena salah satu roh dari seorang ilmuwan adalah dia mampu berterus terang. Menurut Al-Gazali apapun teori yang dipakai, kalau kita tidak berterus terang, maka “Anda belum ilmiah”. Jadi katakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah.

Ketiga adalah sabar, karena resep umur panjang adalah sabar. Kita sering sabar dalam ritual, tapi tidak sabar dalam sosial. Ustad Yasir mencontohkan bawah orang yang paling sabar di sebuah perkantoran adalah orang yang tidak pernah telat masuk kantor. Orang yang sabar adalah orang yang mengikatkan dirinya pada suatu ketaatan. Dengan Halal bi halal ini hanya bisa memaafkan kesalahan orang, ketika kita mau bersabar dengan kekurangan orang lain.

Selanjutnya beliau mengajak kepada karyawan Puslitbang Perkebunan agar mengapresiasi warga emas sebagai seorang ayah yang dulu pernah memimpin kantor ini dengan baik dan sukses.

Acara ditutup dengan doa dan bersalam-salaman serta ramah tamah. (\Bursa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *