Genjot Kemajuan Sektor Perkebunan 6 Pemda menjalin Kerja Sama Serentak

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pada hari selasa, 15 Mei 2018 di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dilakukan penandatanganan serentak nota kesepahaman antara Puslitbangbun dengan : (1) Pemerintah Daerah Kabupaten Landak Kalimantan Barat, (2) Kabupaten Bangka Barat Bangka Belitung, (3) Kabupaten Garut Jawa Barat, (4) Kabupaten Bogor Jawa Barat, (5) Provinsi Banten, dan (6) Kabupaten Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau. Acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh: Kepala Bagian KSHOH Balitbangtan, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Bogor, Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar di Sukabumi, Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat di Malang, Kepala Balai Penelitian Tanaman Palma di Manado, Kepala Bagian Tata Usaha, Puslitbang Perkebunan, Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Puslitbang Perkebunan, Kepala Bidang KSPHP, Puslitbang Perkebunan, Kepala Subbagian Kepegawaian dan Rumah Tangga, Puslitbang Perkebunan, Kepala Subbagian Keuangan dan Perlengkapan, Puslitbang Perkebunan, Kepala Subbidang Program, Puslitbang Perkebunan, Kepala Subbidang Evaluasi, Puslitbang Perkebunan, Kepala Subbidang Kerja Sama, Puslitbang Perkebunan, Kepala Subbidang PHP, Puslitbang Perkebunan, Ketua Kelompok Peneliti Analisis Kebijakan, Puslitbang Perkebunan, Kepala Jaslit Balittro, dan Kepala Jaslit Balittri.

Pendantanganan dilakukan secara serentak dalam upaya efektifitas, efisiensi dan mempercepat capaian yang di akan ditargetkan sesuai pada naskah nota kesepahaman. Hal ini dilakukan sesuai arahan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian dalam rapat pimpinan. Naskah nota kesepahaman ditandatangani oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si dan seluruh Pemerintah Daerah yang hadir pada kesempatan tersebut.

Nota kesepahaman yang akan dikembangkan adalah terkait kerja sama dalam hal, (1) aktivitas riset, (2) bimbingan teknis, (3) konsultasi teknologi budidaya, pasca panen dan usaha/bisnis komoditas dan (4) kerja sama lainnya yang memberikan manfaat antara Pemerintah Daerah dan Puslitbangbun terutama dalam pengembangan teknologi perkebunan. Sementara dari enam Pemda yang ada akan fokus pada pengembangan komoditas unggulan strategis sebagai sumber pendapatan potensial daerah, yaitu: kopi kelapa sawit, kelapa, gambir, kakao, teh, aren, pinang, karet, pala, cengkeh, lada, tembakau dan tanaman rempah lainnya.

Dalam kesempatan penandatangan nota kesepahaman tersebut berkenan hadir Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si secara singkat menyampaikan sambutan dan arahan. Beberepa hal penting yang Kapus sampaikan dihadapan Anggota Dewan, Kepala Dinas, Kepala Balai dan Peneliti, pentingnya membangun kerja sama dengan berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah dalam hal pengembangan tanaman perkebunan. Hal ini seiring dengan kebijakan Kementerian Pertanian terkait tahun perbenihan, dimana sektor perkebunan harus di genjot maksimal dalam upaya peningkatan nilai devisa Negara dan peningkatan kesejahteraan petani. Kerja Sama merupakan suatu keniscayaan agar terbangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui aktivitas tranformasi teknologi, pendampingan dan kegiatan penelitian yang mengarah pada peningkatan kinerja sektor perkebunan. Untuk itu Kapus menekankan untuk memperluas jaringan kerja sama dengan melibatkan sumberdaya dan SDM yang dimiliki Puslitbangbun.

Pada kesempatan tersebut masing-masing kepala daerah juga menyampaikan terima kasih dan harapan kepada Puslitbangbun untuk segera menindaklanjuti nota kesepahaman tersebut dalam bentuk kegiatan nyata. Pemda akan mengalokasikan anggaran untuk kesuksesan kegiatan yang diingikan dalam nota kesepahaman.

Hal-hal penting yang disampaikan leh masing Pemerintah Daerah pada kesempatan penandatangan nota kesepahaman dan mendapat respon dan sambutan antusias langsung dari empat kepala Balai Penelitian lingkup Puslitbangbun yang hadir yaitu, Ir Syafaruddin, PhD (Kepala Balittri), Dr. Ir. Ismail Maskromo, M.Si, (Kepala Balit Palma), Dr. Ir. Wiratno, M.Env., Mgt (Kepala Balittro) dan Dr. Mohammad Cholid, M.Sc. (Kepala Balittas).

Adapun point-point penting untuk ditindaklanjuti dari MoU keenam Pemda tersebut adalah :

  • Kabupaten Bogor : Dukungan dan kerja sama dari Puslitbangbun dalam hal rencana pelepasan varietas Kopi dan rencana pengembangan komoditas Pala.
  • Provinsi Banten : Dukungan dan kerjasama dari Puslitbangbun dalam pelepasan varietas kelapa CM dan pengembangan tanaman cengkeh, kakao dan lada.
  • Kabupaten Garut : Dukungan dan kerjasama pelepasan kopi kuning dan kopi buhun serta pengembangan paket teknologi yang dimiliki Puslitbang Perkebunan.Komoditas lain yang akan dikembangkan tembakau yang telah mendapat perhatian khusus pemda.
  • Kab. Tanjung Balai Karimun : Fokus pada pengembangan tanaman Gambir karena menurut hasil riset gambir karimun memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan dari Sumatera Barat dan ada upaya untuk dilakukan pelepasan varietas. Kelapa juga menjadi komoditas unggulan ekspor terutama ke Malaysia, untuk itu perlu dikembangkan lebih jauh dalam upaya memenuhi permintaan importir. Selain potensi komoditas tersebut, Karimun masih memiliki lahan kosong sangat luas khususnya di daerah kepulauan, sehingga masih dimungkinkan pengembangan berbagai komoditas perkebunan, mengingat posisi karimun sebagai daerah perbatasan dengan luar negeri.
  • Kab. Bangka Barat : Komoditas unggulan utama adalah lada, namun setelah otonomi daerah khususnya Kab. Bangka barat fokus pada tanaman lada, kelapa genjah, teh (teh tayu hidup pada ketinggian 0-50 DPL) merupakan varietas lokal. Perlu penelitian lebih lanjut terkait teh tersebut untuk di lepas sebagai teh varietas lokal Bangka Barat.
  • Kab. Landak : Fokus pada pengembangan sumber benih dan klon (kopi, karet, kakao dan lada). Komoditas utama yang menjadi sumber pendapatan adalah sawit dan karet. Pemda ingin mengembangkan program integrasi tanama perkebunan dengan tanaman pangan dan hortikultura.

Harapanya penandatangan tersebut akan memberikan pengaruh yang sangat berarti bagi kemajuan sektor perkebunan dimasa mendatang terutama dalam upaya meningkatkan produktivitas, kualitas hasil dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta menekan angka kemiskinan daerah. (Sae)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *