Genjot Ekspor, Kopi Indonesia Dipamerkan di AS

Artikel Kopi Berita Media

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Beragam jenis kopi khas Indonesia pernah dipamerkan di Annual Exposition Specialty Coffee Association of America (SCAA) ke-24 di Portland, Oregon, Amerika Serikat, April lalu. Atase Perdagangan Washington D.C, Ni Made Ayu Marthini mengungkapkan partisipasi Indonesia pada SCAA 2012 diharapkan lebih mengenalkan kopi Indonesia kepada masyarakat AS.

“Sehingga ekspor kopi Indonesia ke AS juga dapat terus meningkat,” ujar Ayu melalui siaran pers yang diterima Republika, Senin (14/5).

Ketika itu, pengusaha kopi Indonesia menampilkan kopi spesial Indonesia dari berbagai daerah, antara lain Toraja, Mandailing, Java Preanger, Flores, Linthong, Gayo, Java Arabika, Lampung, Bali Kintamani, Papua Jayawijaya, Papua Pegunungan Bintang, Kopi Luwak, Kopi Lanang, dan Kopi Gajah.

Melalui pameran ini, mereka mendapat pesanan kopi hingga 70 kontainer dengan nilai sekitar 8 juta Dollar. Pemesanan yang berupa fix order dan trial order ini lebih banyak didominasi oleh produk kopi Arabica Toraja, Mandailing dan Papua.

Berdasarkan data statistik, ekspor kopi Indonesia ke AS terus meningkat. Total ekspor produk kopi Indonesia ke AS tahun 2011 mencapai 326 juta Dollar, atau meningkat 37,61 persen dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 237 juta Dollar. Dari perdagangan RI-AS pada Januari 2012, ekspor kopi Indonesia mencapai 33,3 juta Dollar, atau meningkat 68 persen dibanding periode yang sama pada 2011 yaitu 19,8 juta Dollar.

Sebanyak 15 eksportir kopi Indonesia yang turut berpartisipasi dalam SCAA 2012. Selain Indonesia, hadir juga beberapa negara produsen kopi seperti Brasil, Costa Rica, El Savador, Ethiopia, Guatemala, Honduras, India, Kenya, Meksiko, Peru, Puerto Rico, dan Uganda.

Pengunjung yang hadir berjumlah sekitar 9.000 orang yang terdiri dari produsen kopi, baristas (bartender kopi), peritel kopi, produsen dan distributor peralatan pembuat kopi, jasa makanan profesional, petani, eksportir, importir, peritel roaster, serta grosir.

Redaktur    : Hazliansyah

Reporter    : Dwi Murdaningsih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *