Geliat Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Teknologi Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Kerja Sama TA. 2018 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dengan 10 Pemerintah Daerah Tk I dan TK II yang bertema “membangun sinergisitas pengembangan teknologi perkebunan untuk kesejahteraan petani”, telah terlaksana pada tanggal 21 Februari 2019 di Puslitbangbun Bogor.

Kegiatan diawali dengan arahan dan pembukaan oleh Kepala Puslitbangbun yang diwakili oleh Ir. Jelfina C Alouw, M.Sc., PhD. sekaligus Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP). Pada arahanya, Jelfina menekankan pentingnya tindak lanjut kerja sama terhadap 10 Pemda melalui kegiatan yang lebih operasional yang tertuang pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) dalam rangka percepatan adopsi teknologi perkebunan dan mempercepat capaian pembangunan daerah terutama pada sektor perkebunan.

“Selama ini Puslitbangbun telah menghasilkan banyak menghasilkan berbagai teknologi unggulan terutama terkait varietas unggul baru (VUB), paket teknologi dan berbagai saran kebijakan pengembangan komoditas perkebunan”, tegas Jelfina. Untuk itu kerja sama yang telah dilakukan pada TA. 2018 harus mempu ditindaklanjuti secara nyata agar target-target yang diinginkan oleh kedua belah pihak mampu tercapai.

Dari 10 Pemerintah Daerah yang di undang yaitu: (1) Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, (2) Dinas Pertanian Kabupaten Garut, (3) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, (4) Dinas Pertanian Provinsi Banten, (5) Dinas Perkebunan Provisi Sumatera Selatan, (6) Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanjung Balai Karimun, (7) Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, (8) Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak, (9) Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, dan (10) Pemerintah Daerah Kabupaten Buton, yang tidak hadir adalah Pemda Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Pemda Landak dan Pemda Sulawesi Utara.

Pada kesempatan rakor tersebut juga dilaksanakan pemaparan teknologi unggulan oleh masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu : (1) Balai Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), (2) Balai Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), (3) Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), dan (4) Balai Penelitian Tanaman Palma lainnya (Balit Palma). Dari pemaparan tersebut diharapkan pemerintah daerah mendapatkan informasi secara utuh terkait teknologi yang dimiliki dan dihasilkan oleh UPT yang akan dijadikan sebagai tindak lanjut kerja sama.

Pada sesi terakhir, dilaksanakan pemaparan dari masing-masing Pemda terkait dengan perkembangan komoditas unggulan perkebunan dan berbagai permasalahan yang dihadapi pada saat ini. Pemaparan dilanjutkan dengan diskusi sekalgus direspon langsung oleh Puslitbangbun melalui UPT dan Pejabat Struktural.
Hasil rapat koordinasi diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan rencana tindak lanjut operasional kerja sama terutama yang terkait dengan aspek-aspek: penguatan kelembagaan pemerintah daerah dan petani, sistem koordinasi dan komunikasi yang efektif, penguatan aspek sistem buidaya, penanganan pasca panen, penanggulangan hama penyakit, penyediaan benih unggul, pelepasan varietas pendampingan teknologi dan akses terhadap berbagai teknologi unggulan perkebunan. (sae/22-02-2019)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *