FGD Vanili: Mengoptimalkan Kinerja Sistem Komoditas untuk Mendorong Kebangkitan Vanili

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Panili Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Tingginya harga vanili pada saat ini telah membangkitkan gairah petani untuk menanam dan mendorong pengembangan vanili di berbagai wilayah. Merujuk kepada kondisi dimana Indonesia pernah menjadi eksportir terbesar dunia, namun peran Indonesia mengalami penurunan akibat kinerja sistem komoditas yang rendah, maka diperlukan kebijakan untuk mencegah terjadinya kembali hal tersebut.

Pada saat ini, berbagai model pengembangan vanili telah diadopsi dan terus berkembang di tingkat petani. Namun demikian, pengembangan vanili masih dihadapkan pada beberapa permasalahan terkait dengan bahan tanam unggul, serangan penyakit busuk batang vanili, kepastian berusahatani, penerapan sistem pengolahan dan jaminan mutu, yang mempengaruhi mutu dan daya saing vanili Indonesia. Pada sisi yang lain, kebijakan dan program pengembangan tanaman perkebunan saat ini masih dipertanyakan dukungannya terhadap upaya memperbaiki kinerja sistem komoditas vanili.

Untuk mendiskusikan permasalahan tersebut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Vanili pada hari Rabu (27/11/19) di Bogor. Acara FGD dibuka oleh Ketua Kelti Analisis Kebijakan Puslitbangbun Dr. I Ketut Ardana mewakili Kepala Puslitbangbun. Dalam sambutannya disampaikan harapan melalui forum ini dapat diformulasikan rumusan yang akan memperkaya analisis kebijakan yang telah dilakukan oleh Puslitbangbun. FGD diikuti oleh para peneliti Puslitbangbun, Balittro, Balittri serta narasumber yang kompeten di bidangnya. Lebih lanjut I Ketut Ardana mengatakan bahwa FGD Vanili bertujuan untuk menggali pemikiran terkait dengan upaya mengoptimalkan kinerja sistem komoditas untuk mendorong kebangkitan vanili. Berbagai topik yang akan dibahas terkait dengan subsistem pada sistem komoditas vanili. Subsistem tersebut terdiri dari subsistem perbenihan dan budidaya, pemasaran dan perdagangan, kelembagaan petani, maupun dukungan program dan kebijakan, tambahnya.

Berbagai topik disampaikan oleh narasumber dari berbagai institusi yaitu: (1) Mengoptimalkan kinerja sistem komoditas untuk mendorong kebangkitan vanili, oleh Dr. Suci Wulandari (Puslitbangbun), (2) Penyediaan benih sumber dan dukungan teknologi untuk mendorong kebangkitan vanili, oleh Dra. Endang Hadipoentyanti, MS., (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat), (3) Kendala pengembangan vanili di tingkat petani serta regulasi dan dukungan teknologi yang dibutuhkan, oleh Ir. Rudi Ginting (Ketua Perkumpulan Petani Vanili Indonesia), (4) Kebijakan dan program pengembangan vanili, oleh Dr. Agus Wahyudi (Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Ditjenbun), dan (5) Strategi pemasaran vanili mengantisipasi dinamika pasar global oleh Dr. Erwidodo, (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian). (Bur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *