FGD Sawit : Strategi Meningkatkan Pendapatan Petani Sebelum Sawit Menghasilkan Pada Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Kelapa Sawit Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) komoditas Kelapa Sawit pada hari Kamis (28/11/19) di Bogor. FGD komoditas sawit ini dibuka oleh Kepala Puslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D. yang dihadiri oleh para peneliti Kelti Analisis Kebijakan (Anjak) Puslitbangbun, Kepala Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) Manado Dr. Ismail Maskromo. FGD kali ini mengangkat tema “Integrasi Kelapa Sawit dan Tanaman Pangan Mendukung Program Peremajaan Menuju Perkebunan yang Berkelanjutan”.

Ketua Kelti Anjak Puslitbangbun Dr. I Ketut Ardana dalam laporannya menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk mendiskusikan dan menghimpun masukan dalam rangka sintesa kebijakan yang kita lakukan tahun ini. Telah hadir para pakar, para peneliti yang kompeten dan pemangku kepentingan lainnya, pengambil kebijakan khusus di Direktorat Jenderal Perkebunan. Diskusi pada hari ini akan memaparkan empat topik yang akan disampaikan oleh Prof. Sudradjat dari IPB, Dr. Gede Wibawa, dan Dr. Edi Suprianto dari PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjenbun, dan Tim Analisis Kebijakan Puslitbangbun yang akan menyampaikan hasil kajian yang telah dilakukan yang akan disampaikan oleh Prof.Dr. Elna Karmawati.

Kepala Puslitbangbun dalam sambutan dan arahannya yang sekaligus membuka FGD ini mengatakan bahwa jumlah peserta FGD tidak menjadi patokan, yang penting adalah bagaimana kita berdiskusi topik FGD hari ini. Topik ini memang diminta oleh Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian untuk dibahas. Alhamdulillah, oleh tim Kelti Anjak Puslitbangbun hari ini diinisiasi, ujar Kapus.

Lebih lanjut Kapus dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari FGD ini adalah adanya rencana replanting sawit rakyat seluas 2,4 juta hektar. Untuk itu perlu dicari bagaimana caranya kita meningkatkan pendapatan petani sebelum sawit menghasilkan. Hal ini sesuai dengan harapan Bapak Menteri Pertanian bahwa kita selalu untuk meningkatkan pendapatan dari para petani yang di pedesaan, khususnya petani sawit yang notabene yang tidak mempunyai pendapatan selain sawit, dimana mereka tergantung dengan sistem “Ijon”. Saat ini Kementan sedang menggalakkan KUR untuk para petani kecil, imbuh Kapus.

 

Kita sebagai peneliti dan tim pakar berusaha meningkatkan pendapatan petani sebelum sawit-nya menghasilkan. “At least, mungkin one-two years” harapan kita, ujar Kapus. Bahkan kalo kita menemukan cara, setelah beberapa tahun mungkin tanaman pangan misalnya ditanam di antara tanaman kelapa sawit. Ini yang kami mintakan saran dan masukannya kepada pakar pada FGD hari ini, harap Kapus.

Hasil FGD akan dilaporkan kepada Kepala Balitbangtan yang selanjutnya akan diinformasikan kepada tim ahli Menteri Pertanian. Kepada para peneliti agar memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk menggali informasi-informasi sebanyak mungkin kepada narasumber yang hadir. Begitu juga kepada Kepala Balit Palma agar nantinya dapat menyampaikannya kepada para peneliti di sana, harap Kapus. Intinya bagaimana kita memberikan masukan kepada petani untuk mendapatkan pendapatan lebih sebelum sawit mereka menghasilkan. Prof.Dr. Elna Karmawati akan memaparkan terkait integrasi kelapa sawit dengan tanaman pangan untuk pengembangan perkebunan berkelanjutan. Para peneliti Anjak Puslitbangbun mencoba melakukan analis, diharapkan saran dan masukan dari para pakar terkait paparan dari Tim Anjak Puslitbangbun. Sehingga kami tidak salah arah dan dapat memberikan resume kepada Kepala Balitbangtan, imbuh Kapus.

FGD Sawit akan membahas 4 topik diskusi dari para Narasumber yang dipandu oleh Dr. Siswanto. Adapun 4 topik tersebut yaitu (1) Integrasi sawit dengan tanaman pangan mendukung program peremajaan menuju perkebunan berkelanjutan, oleh Prof.Dr. Elna Karmawati dari Tim Anjak Puslitbangbun. (2) Kinerja hilirisasi teknologi mendukung revitalisasi perkebunan kelapa sawit, perbenihan, pola tanam, dan peremajaan, oleh Dr. Gede Wibawa, dan Dr. Edi Suprianto dari PT. RPT, (3) Kritisi kebijakan perkebunan kelapa sawit dari perspektif persaingan global dan pemberdayaan petani, oleh Prof. Sudradjat dari IPB. (4) Kebijakan dan program perkebunan sawit berkelanjutan oleh Ir. Edi Subiyantoro dari Direktorat Jenderal Perkebunan. (Bur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *