FGD “Roadmap Pengembangan Benih Produk Rekayasa Genetika”

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun, Balitbangtan, Kementan hadir dan berkontribusi dalam Forum Group Discussions (FGD) Roadmap Pengembangan Benih Produk Rekayasa Genetika (PRG) 2017-2045 yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian koordinator bidang perekonomian di Gedung Ali Wardhana, Jakarta (3/10/17). Hadir mewakil Kepala Puslitbangbun, Kepala Bidang KSPHP Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D.

Penyusunan Roadmap Pengembangan Benih PRG ditujukan untuk memberikan acuan kepada instansi terkait dan para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mengembangkan produksi dan penggunaan benih PRG dalam negeri secara berkelanjutan, serta untuk mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.

Di Indonesia, benih produk bioteknologi belum berkembang, karena masih dalam tahap penelitian, pengembangan dan pengkajian keamanan hayati. Hanya satu produk nasional yaitu tebu toleran kekeringan telah dihasilkan atas kerjasama dengan PT. Ajinomoto (Jepang), PTPN XI dan Universitas Jember yang telah memperoleh sertifikat pelepasan varietas dari Kementerian Pertanian.

Ruang lingkup penyusunan roadmap pengembangan benih tanaman pertanian PRG meliputi: a) Manfaat dan keuntungan ekonomi, b) Faktor-faktor Strategis Pengembangan Benih PRG, c) Analisis Strategis Pengembangan Benih PRG, d) Strategi Pengembangan Benih PRG, dan e) Rencana Aksi.

Adapun narasumber dalam FGD Roadmap Pengembangan Benih PRG ini antara lain Prof. Bambang Purwantara, PhD, Prof. Dr. Muhammad Herman, Prof. Dr. Bahagiawati Amir Husin, PhD, Dr. Ir. M. Thohari dan Dr. Ir. Satya Nugroho.

Roadmap Pengembangan Benih PRG difokuskan pada lima sasaran strategis komoditas pertanian, yaitu (1) Pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi gula, (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3) peningkatan komoditas bernilai tambah dan berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor, (4) penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi, (5) peningkatan pendapatan keluarga petani.

Strategi yang akan ditempuh antara lain: 1) Tersedianya benih tanaman PRG, khususnya tanaman pangan yang memiliki keunggulan terhadap cekaman biotik dan abiotik dan sesuai dengan kondisi Indonesia; 2) Tercapainya pemeliharaan, perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya genetik nasional untuk pengembangan varietas unggul PRG; 3) Terjaminnya keamanan hayati dan keamanan pangan atas benih unggul PRG yang dihasilkan; 4) Tersedianya strategi antisipatif  dalam pengelolaan resistensi hama dan penyakit terhadap PRG; 5) Terpenuhinya keterlibatan swasta dalam penyediaan benih unggul PRG.

Untuk itu perlu dikembangkan program-program: 1) Penguatan riset pada berbagai sifat keunggulan benih tanaman PRG, dan faktor-faktor antisipatif terjadinya resistensi hama dan penyakit; 2) Penyediaan dukungan finansial bagi pengajuan produk benih unggul PRG oleh lembaga riset pemerintah/universitas; 3) Pemeliharaan dan perlindungan sumberdaya genetik yang memiliki keunggulan bagi penyediaan benih unggul PRG; 4) Pemanfaatan sifat keunggulan sumberdaya genetik unggul untuk perakitan benih unggul PRG; 5) Penguatan sistem dan peraturan perundangan dalam pengkajian dan pengujian keamanan hayati dan keamanan pangan PRG; 6) Penguatan kelembagaan pengkajian dan pengujian keamanan hayati dan keamanan pangan PRG; 7) Penguatan kerjasama kemitraan litbang benih PRG antara lembaga riset pemerintah/universitas dengan litbang industri/swasta dan access benefit sharing ; 8) Penyediaan insentif dan fasilitas bagi industri yang terlibat aktif dalam litbang benih unggul PRG, 9) public awareness/public education.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *