Fenomena Peningkatan Populasi Ulat Bulu

Berita Media

Oleh : Deciyanto Soetopo – Prof (Riset) Bidang Hama Penyakit pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Hama ulat bulu beberapa waktu terakhir ini menjadi berita utama di tanah air, yang antara lain menyerang tanaman mangga di Probolinggo, Jawa Timur dan juga di berbagai lokasi di Jawa, misalnya di Bekasi, Jombang, Kendal, Banten, Jakarta, dan bahkan di Sumatera, Bali dan Kalimantan.

Dari berbagai laporan, ulat bulu yang menyerang di berbagai daerah tersebut tampaknya terdiri dari jenis yang berbeda antara satu lokasi dengan lokasi yang lain, walaupun secara ilmiah termasuk kategori ordo Lepidoptera. Bahkan terdapat laporan yang menduga kemungkinan adanya spesies baru yang selama ini belum pernah ditemukan di Indonesia.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa hasil identifikasi ulat bulu yang menyerang umumnya dari keluarga Lymantriidae, antara lain yang sudah disebutkan spesiesnya adalah Lymantria marginalis, Daschyra inclusa, Arctornis submarginalis yang menyerang mangga di Probolinggo, Jawa Timur.

Adapula yang menemukan Lymantria beatrix, Sphrageidus virguncula dan Orgya postica. Literature menyebutkan bahwa Lymantriidae terdapat hampir di seluruh belahan dunia, kecuali di Antartica. Memang umumnya konsentrasi spesies ulat Lymantriidae ada di Afrika, Asia Tengah, Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Di Indonesia keluarga ulat ini terdapat sekitar 500 spesies, dan 100 spesies di antaranya ada di Jawa. Keluarga ulat ini umumnya menyerang banyak tanaman tahunan dan semak, meskipun juga dapat hidup pada tanaman bukan inangnya tetapi tidak mampu berkembang dengan baik. Dari keluarga ulat lain yang juga berbulu dan dilaporkan ditemui ada di beberapa daerah adalah Arctiidae yang ditemukan di pohon kenanga (Maenas maculifascia Walker.) dan Saturniidae di pohon jambu mete dan kedondong (Cricula trifenestrata Helf.).

 

Bioekologi

Keluarga Lymantriidae seperti halnya anggota Ordo Lepidoptera lainnya, mengalami metamorfosa dengan diawali dari telur kemudian menjadi larva/ulat yang selanjutnya berubah menjadi pupa/kepompong, dan terakhir menjadi ngengat yang kemudian berkopulasi dan meletakkan telur.

 

Sumber : Sinartani 27/04/2011

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *