Evaluasi Matrik dan Proposal Kegiatan TA 2018 Lingkup Puslitbangbun

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

Proses perencanaan adalah hal yang mutlak dilakukan dalam setiap menyusun kegiatan dan program yang berbasis anggaran. Perencanaan yang matang dan terstruktur akan memberikan tingkat keberhasilan lebih dari 60 persen dalam suatu kegiatan dan program. Puslitbang Perkebunan sebagai unit eselon II di Lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian memiliki tugas dan fungsi penting dalam melakukan proses penyusunan, evaluasi dan pelaporan  melaui kegiatan dan program RPTP, RDHP dan RKTP dalam upayan mencapai output dan outcome yang diharapkan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas proposal kegiatan dan program melaui RPTP, RDHP dan RKTM tahun anggaran (TA) 2018, Puslitbang Perkebunan melalui fungsi Bidang Program melakukan kegiatan evaluasi matrik dan proposal TA 2018 di seluruh Balai Penelitian (Balittri, Balit Palma, Balittas, Balittro dan Puslitbang Perkebunan). Kegiatan tersebut melibatkan beberapa tim evaluator yaitu Prof. Bambang Prastowo, Prof. Deciyanto Soetopo, Prof. Elna Karmawati, Prof. Supriadi, Prof. Ika Mariska,     Dr. Fadjry Djufry, Dr. Rustan Massinai, Dr. Siswanto dan Dr. Ketut Ardana. Kegiatan dilakukan secara reguler mulai dari bulan Februari-Maret 2107, dengan jadwal evaluasi Balittri Sukabumi 8-10 Februari 2017, Balit Palma Manado 14-16 Februari 2017, Balittas Malang 21-23 Februari 2017, Balittro Bogor 27-28 Februari 2017 dan Puslitbang Perkebunan Bogor 2-3 Maret 2017.

Pada proses evaluasi Balai Penelitian dan Puslit mengajukan usulan kegiatan TA 2018 baik kegiatan lanjutan ataupun kegiatan baru, kemudian kegiatan tersebut dilakukan evaluasi oleh tim evaluator ke masing-masing Balai Penelitian dengan memperhatikan kebijakan-kebijakan penting dalam penyusunan kegiatan penelitian Lingkup Puslitbang Perkebunan TA 2018, yaitu: (1) Fokus kegiatan penelitian mendukung pada komoditas strategis dan prioritas yang bernilai ekonomi tinggi sesuai kebijakan Kementan dan Balitbangtan, (2) Kegiatan lanjutan menjadi prioritas penelitian dengan mempertimbangkan kesesuaian anggaran dan capaian output yang dihasilkan sebelumnya, (3) Penyusunan matrik kegiatan penelitian mengacu pada Pohon Riset yang telah ditetapkan oleh masing-masing Balai Penelitian, (4) Kegiatan penelitian diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan Kebun Percobaan (KP) dalam upaya peningkatan pengelolaan asset KP dan PNPB, dan (5) Penyusunan anggaran tahun 2018 disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan.

Kegiatan penyusunan dan evaluasi RPTP juga mengacu pada kriteria penilaian oleh tim evaluator, yaitu: (1) Fokus penilaian dari Tim Evaluator: Kesesuaian antara Judul, Tujuan, Metodologi dan Output Kegiatan), (2) Komoditas penelitian yang diajukan mengacu kepada komoditas utama Kementan (Dirjen Perkebunan), serta Pohon Riset masing-masing Balit yang sudah disusun, (3) Surat Pernyataan kesanggupan membuat KTI untuk diterbitkan di jurnal Nasional maupun International dihasilkan sebelumnya, (4) Perbaikan/Koreksian dari tim Evaluator Wajib diperbaiki (akan dievaluasi ulang oleh tim evaluator), proposal usulan yang tidak dilakukan perbaikan tidak akan diusulkan untuk dibiayai, dan (5) Besaran biaya penelitian yang diusulkan menyesuaikan kebutuhan.

Hasil evaluasi matrik dan proposal oleh tim evaluator dari empat Balai Penenitian dan Puslitbang Perkebunan, terdapat beberapa catatan sebagai berikut: (1) RPTP yang diajukan pada umumnya belum dilengkapi dengan pohon riset (2) Tujuan, keluaran/output, metodologi, hasil sebelumnya perlu dipertajam/diperjelas dan belum memiliki keterkaitan tujuan dan keluaran masing-masing tahun penelitian terutama penelitian lanjutan, (3) Struktur dan format penulisan RPTP belum sepenuhnya mengacu ketentuan Permentan Nomor 44 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, (4) Rencana Anggaran Biaya (RAB) penelitian belum dirinci per jenis pengeluaran/belanja yang mengacu pada  SBK/SBU, dan (5) Daftar pustaka/literatur (primer dan sekunder) secara umum belum maksimal dalam mendukung dan memperkaya RPTP.

Beberapa saran dari tim evaluator yang menjadi perhatian dalam penyusunan kegiatan: (1) Penyusunan RPTP perlu dikonsolidasikan lebih lanjut/dibahas di internal Balai dengan mempertimbangkan dan mengacu kepada pohon riset masing-masing Balai Penelitian, (2) Penelitian yang sudah mencapai pada tahap terapan dan pengembangan (demontrasi model atau prototipe sistem/sub sistem dan demontrasi prototipe sistem dalam lingkungan sebenarnya), perlu dikaji aspek sosial ekonominya (kelayakan ekonomi dan sosial) dengan berkoordinasi dengan Puslitbang Perkebunan, (3) menghindari penelitian yang sifatnya pengulangan dan tidak mendukung program startegis Kementerian Pertanian, dan (4) Ada inisiasi penelitian yang berbasis kawasan (KP) dengan memaksimalkan seluruh potensi sumberdaya penelitian dari berbagai disiplin keilmuan/keahlian (integrasi riset).

Kegiatan evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap hasil-hasil penelitian terutama terkait pengembangan varietas dan galur/klon unggul baru, pengembangan teknologi dan inovasi pertanian, rekomendasi kebijakan dan diseminasi teknologi dan inovasi pertanian dalam upaya kemajuan sektor pertanian dimasa mendatang menuju swasembada pangan dan lumbung pangan dunia.Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *