Es krim VCO dan Proses Pengolahannya

Artikel Kelapa Berita Perkebunan

WARTA PERKEBUNAN – Untuk mengatasi kelebihan produksi VCO dan meningkatkan pemanfaatan VCO, maka perlu dilakukan pengolahan lanjut VCO menjadi berbagai produk, seperti produk pangan fungsional, kosmetik, dan farmasi.

Oleh karena itu mulai tahun 2008 telah dilakukan pengolahan es krim yang diformulasikan dengan produk VCO dan pengolahan produk ekstrusi yang memanfaatkan konsentrat krim kelapa.

Hasil pengolahan es krim dengan menggunakan formula dasar yang disubstitusi VCO dalam konsentrasi tertentu telah menghasilkan sifat organoleptik yang cukup baik. Sedangkan pengolahan produk ekstrusi yang memanfaatkan konsentrat protein krim kelapa (KPKK) yang diformulasi dengan tepung jagung dan tepung beras dapat menghasilkan produk ekstrusi dengan kadar protein yang tinggi.

Pengolahan es krim dengan menggunakan VCO sebagai sumber lemak nabati adalah untuk meningkatkan sifat fungsional produk es krim, karena VCO adalah produk alami yang banyak mengandung asam lemak rantai medium sehingga mudah dicerna, disamping itu VCO tidak mengalami proses hidrogenasi sehingga tidakmengandunglemak trans.

Selama proses pengolahan es krim-VCO, penambahan VCO tidak dilakukan sekaligus, tetapi ditambah sedikit-sedikit, sehingga tercampur dengan sempurna.

Es krim-VCO diformulasi dari VCO, sebagai sumber utama lemak. Bahan-bahan lainnya adalah telur, gula, susu, gelatin, air dan flavor serta pewarna makanan. Diawali dengan menentukan jumlah penambahan VCO dalam beberapa prosentase. Akhirnya diperoleh penambahan VCO yang dapat diterima sesuai uji organoleptik.

Gambar 1. Bahan baku es krim VCO.

Oleh karena banyak konsumen yang tidak suka konsumsi VCO secara langsung, maka salah satu cara untuk mensiasatinya adalah menggunakan VCO dalam pengolahan es krim. Anjuran untuk konsumsi VCO, untuk orang dewasa 3 sdm/hari, anak-anak 2 sdm/hari dan Balita 1-2 sdt/hari, diharapkan dapat diperoleh dari mengkonsumsi Es krim-VCO.

Gambar 2. Es krim VCO

Dengan mengkonsumsi Es krim-VCO, konsumen akan bebas dari mengkonsumsi lemak trans, yang dapat meningkatkan level kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Sedangkan VCO adalah minyak nabati yang tidak mengalami proses hidrogenasi, karena lebih 90% adalah tergolong asam lemak jenuh dan sekitar 60% adalah tergolong asam lemak rantai medium (C8-C12) yang berperan dalam mengatasi berbagai penyakit.

Untuk bayi dan anak-anak, VCO ternyata akan membantu penyerapan kalsium, sehingga pembentukan tulang dan gigi akan lebih baik, sedangkan dari segi kosmetika, ternyata VCO dapat memberikan elastisitas kulit, sehingga konsumen yang mengkonsumsi es krim yang mengandung VCO dapat memperolehmulti fungsi (Barlina Rindengan/Peneliti Balitka).

Info  terkait klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *