ENIP 2011 dibuka Menko Perekonomian Hatta Rajasa

Berita Perkebunan

Mulai hari ini tanggal 14 Oktober 2011 hingga 3 hari ke depan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian menggelar pameran inovasi teknologi pertanian, khususnya teknologi perkebunan, yang diberi tajuk sebagai Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2011. ENIP kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua, mengangkat tema “Inovasi Mendukung Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing dan Ekspor Perkebunan”. Diharapkan komoditas perkebunan bisa menjadi pemeran utama dalam upaya peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor produk, yang berujung pada perbaikan kesejahteraan petani. ENIP 2011 yang rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, pada kesempatan ini diwakili oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

ENIP II 2011 dilaksanakan mulai tanggal 14 – 16 Oktober 2011, di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. ENIP II 2011 merupakan agenda publikasi potensi inovasi perkebunan Indonesia dan dikemas dalam beberapa kegiatan seperti : (1) Pameran karya inovasi perkebunan dan pestisida nabati, (2) Diskusi interaktif peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor perkebunan, (3) Seminar nasional inovasi perkebunan, (4) Temu bisnis inovasi dan produk perkebunan.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Suswono mengatakan bahwa Kementerian Pertanian telah melaksanakan berbagai program pertanian, yang seluruhnya dilandasi adanya introduksi baru dari hasil-hasil riset. Dalam upaya revitalisasi perkebunan termasuk dalam gerakan nasional pengembangan kakao misalnya, telah dimanfaatkan bibit unggul kakao hasil teknologi Somatic Embryogenesis. Untuk mendukung pencapaian swasembada gula, berbagai bibit unggul tebu nasional hasil riset antara lain dari hasil teknologi kultur jaringan juga sudah mulai disebarkan kepad apetani. Persaingan global dalam perdagangan komoditas pertanian khususnya perkebunan menuntut semakin diterapkannya teknologi maju hasil riset Kementerian Pertanian.

Selanjutnya Mentan menyatakan bahwa dalam mendukung pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasanan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI(, Kementeri Pertanian dan jajarannya sudah menyiapkan data dukung yang diperlukan bagi para calon investor mapun semua pihak yang memerlukan. MP3EI ini Kementerian telah melakukan berbagai kajian agar pertanian terus mendapat porsi investasi yang memadai.

Mentan juga mengatakan bahwa kedepan, pembangunan pertanian akan terus dilaksanakan dengan tetap mempertimbangkan inovasi hasil kajian riset yang terhandal. Maka dari itu pada kesempatan ini Kementeri Pertanian menggelar berbagai inovasi unggulan bidang pertanian khususnya perkebunan. Belia u juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menampilkan inovasinya untuk kesejahteraan rakyat.

Diakhir sambutannya Mentan mohon perkenan Bapak Menteri Koordinator Perekonomian untuk memberikan arahan dan sekaligus membuka secara resmi ENIP 2011.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam arahannya mengatakan beberapa isu pokok yang diangkat sebagai tema dalam Expo ini yaitu nilai tambah, daya saing dan ekspor. Menko Perekonomian mengetahui bahwa tema ini juga mengusung Sukses ke tiga dari 4-Sukses Kementerian Pertanian. Beliau mengapresiasi pencanangan target Kementerian Pertanian ini, karena upaya yang dilakukan untuk meraih target tersebut, tentunya akan membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pencapaian target di atas bukanlah sesuatu yang mustahil. Kita memiliki sumberdaya yang cukup untuk bisa meraihnya, termasuk sumberdaya INOVASI. Inovasi adalah kata kunci pemenangan pasar. Hal ini sekaligus mencirikan adanya daya saing yang tinggi dan kemampuan untuk membangkitkan nilai tambah.

Menyangkut inovasi ini, Menko Perekonomian mengajak anak bangsa untuk terus mengembangkan inovasi dan menjadikan diri kita sebagai pengguna pertama dari setiap inovasi yang kita hasilkan. Untuk itu, bisa jadi perlu adanya tambahan investasi untuk kegiatan litbang,. Prioritas penelitian dan sinergisme peneliti lintas institusi juga perlu dibangun untuk efektivitas dan efisiensi kegiatan penelitian.

Kegiatan litbang diharapkan mampu segera menghasilkan berbagai cara untuk memecahkan permasalahan. Namun beliau sangat memahami bahwa tidak semua kegiatan litbang harus bersifat Quick Yielding. Inovasi bukanlah sebuah produk instan. Teknologi dibangun melalui usaha yang sistematis, terencana dan fokus, dengan mempertimbangkan permasalahan yang ada, serta peluang dan masalah yang mungkin timbul di masa depan.

Investasi di bidang litbang bukanlah sebuah pemborosan, tetapi adalah sebuah kebutuhan, yang secara legal bahkan menjadi amanah dari Undang-Undang No 18/ 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Pembangunan pertanian, termasuk sub-sektor perkebunan, harus bermuara pada kesejahteraan rakyat dan stabilitas ekonomi. Menko Perekonomian menandaskan hal ini, karena kesejahteraan rakyat adalah amanah Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan stabilitas ekonomi adalah prasyarat untuk keberlanjutan usaha pembangunan bangsa di tengah suasana demokrasi yang terus bergulir menuju bentuk keseimbangannya.

Di akhir arahannya, Menko Perekonomian dengan mengucapkan Bismillahir Rohmanir Rohim.. Expo Nasional Inovasi Perkebunan 2011, dinyatakan dibuka.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan ridloNya bagi usaha kita untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara kita. Amien ya robbal alamin….

Setelah acara pembukaan, Menko dan Mentan meninjau ke lokasi pameran karya inovasi perkebunan/gelar teknologi bersama jajaran Eselon II lingkup Badan Litbang Pertanian.

Gelar teknologi pada ENIP 2011 terdiri atas 5 (lima) cluster yaitu :

Cluster Rempah, Obat dan Aromatik menampilkan menggelar varietas tanaman mentha, sambiloto, pegagan, serai wangi, nilam, vanili, pala, lada, rimpang-rimpangan. Teknologi yang digelar Model integrasi seraiwangi dengan ternak, teknologi pengolahan lada. Sedangkan produk-produk yang digelar diantaranya Jamu ternak, produk biofarmaka, lotion anti nyamuk, produk pala (minuman segar, manisan basah, kering, permen, minyak pala, sirup pala), microencapsulasi jahe, berbagai minyak atsiri.

Cluster Pestisida Nabati menampilkan CEES, Cespleng, Mimba, Mimba Plus, Sticky trap, Atlabu, Asimbo, OrgaNeem, HaNPV, SiNPV, Peskabel, Trichogramma, Basith (Bacillus trichoderma), Biotris, Bionematisida, Biopestisida Trichoderma

Cluster Produk Spesialti dan Pangan Subtitusi menggelar Varietas tanaman seperti sagu, aren, kopi, kakao, kelapa kopyor, jagung hibrida, kedelai adaptif naungan. Teknologi yang digelar yaitu Inovasi teknologi sagu, teknologi gula cair. Sedangkan produk-produk yang digelar diantaranya Produk sagu (tepung, mie sagu, gula cair, kue sagu), minuman kelapa kopyor, jagung pratanak, produk ubi-ubian, produk olahan kakao, kopi sangria, kopi luwak luwak, feses, biji kopi, probiotik), cendol temulawak, minuman secang fit dan ashitaba plus.

Cluster Minyak dan bahan Industri Varietas Tanaman : Tebu, kenaf, kapas, jarak pagar, abaca, rami, agave, kelapa, kelapa sawit, jambu mete, tanaman penghasil minyak nabati. Teknologi digelar yaitu teknologi kelapa sawit (kecambah sawit, kultur jaringan), teknologi kultur jaringan tebu dan nilam, SE tanaman penghasil minyak dan bahan industri, model pengolah VCO. Sedangkan produk-produk yang digelar diantaranya produk kelapa (VCO, minuman isotonik, nata de coco, kopra putih dan asap, souvenir kelapa), CPO sawit, produk jambu mete (CNSL, sirup, kacang mete, abon, selai gelondongan), produk minyak nabati, produk biodiesel.

Cluster Sarana, Alat dan Mesin Perkebunan menggelar Pabrik mini biofarmaka, alsin SITT (sistem integrasi ternak tanaman), alsin pengolahan kakao, PUTK (Pengkat uji tanah kering), Microflora tanah multiguna, AWS (Automatic Weather System), telemetri Urea berlapis arang, teknologi irigasi, pupuk organik.

Rangkaian acara selanjutnya dimulai pukul 14.00 WIB Diskusi Panel Inovasi Perkebunan dengan pembaca acara Fifi Aleyda Yahya dari Metro TV. Dalam diskusi panel diisi oleh 4 panelist yaitu : (1) Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia, Soedjai Kartasasmita dengan topik Strategi Peningkatan Daya Sang dan Nilai Tambah Produk Perkebunan, (2) Ketua Komisi IV DPR RI, H.M. Romahurmuziy, ST., MT. dengan topik Perkebunan Rakyat sebagai Lokomotif Pengentasan Kemiskinan di Pedesaan, (3) Komite Penanaman Modal Bidang Agribisnis, Didiek Hadjar Goenadi dengan topik Prospek Investasi Usaha Perkebunan, dan (4) Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono dengan topik Inovasi dan Percepatan Adopsi Teknologi Perkebunan.

Dari paparan para panelist membuat atusias peserta untuk bertanya seperti Bapak Taufiqurahman dari Partai Gerindra, Ibu Ince dari Univ. Negeri Jakarta dan sebagai pemerhati pertanian, Bapak Tagor S. Kepala Dinas Perkebunan Jambi dan Ibu Aminah sebagai praktisi serat alam.

 

(Wir/Bur)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *