Efektivitas Ekstrak Nikotin Formula 1 Terhadap Mortalitas Sundapteryx Biguttula (Ishida) (Homoptera;Cicadelidae)

Artikel Tembakau Berita Perkebunan

Tembakau merupakan tanaman yang banyak di budidayakan petani di berbagai daerah di Indonesia. Bagian tanaman yang menjadi limbah diantaranya daun, batang dan akar. Identifikasi kandungan bahan kimia sudah dilakukan secara intensif selama lebih dari 50 tahun menghasilkan 2.500 komponen bahan kimia yang terkandung dalam daun tembakau.

Senyawa–senyawa ini dikelompokkkan dalam kelompok asam, alkohol, aldehyde/ketonase/quinines, alkaloid dan basa lain, alkenes dan alkynes, asam amino dan senyawa sejenisnya, karbohidrat, ester, senyawa anorganik, senyawa campuran, phenol dan sejenisnya, serta sterol, terpene, dan isoprenoid lain.

Di antara senyawa  tersebut ada yang bersifat racun antara lain alkaloid tembakau yaitu: nikotin, nor nikotin, anatabine, anabasin, dan derivatnya. Dalam konsentrasi tinggi alkaloid tembakau sangat toksik bagi hewan tanpa berpengaruh pada tanaman.

Kandungan nikotin yang terdapat pada bagian daun tembakau dapat diekstraksi dan dimanfaatkan sebagai pestisida alami karena dapat menjadi racun syaraf yang potensial. Ekstrak nikotin tembakau sangat baik untuk mengendalikan serangga hama pengisap seperti Aphis sp., dan Myzus sp.

Sundapteryx biguttula merupakan hama utama pengisap daun tanaman kapas, menyerang tanaman mulai tumbuh sampai tanaman tua. Serangan S. biguttula pada tanaman muda mengakibatkan gangguan pertumbuhan, serangan dengan populasi tinggi akan mengakibatkan kematian tanaman. Serangan S. biguttula yang berbahaya pada fase nimfa dengan cara menghisap cairan daun pada permukaan bagian bawah daun sehingga daun akan mengkerut dan berwarna kecoklatan Gambar 1.

Gambar. 1. Gejala serangan Sundapteryx biguttula pada tanaman muda tepi daun mulai mengkerut

 

Sampai saat ini telah banyak dilakukan usaha pengendalian mulai perbaikan varietas tahan, perlakuan benih (seed treatmen) dengan insektisida kimia sistemik imidakloprid dan penyemprotan insektisida kimia. Belakangan juga muncul wacana memaksimalkan peran musuh alami baik predator maupun parasitoid, yang terkait dengan usaha peningkatan kelestarian lingkungan menuju pertanian yang berkelanjutan.

Penggunaan ekstrak nikotin selain meman-faatkan limbah daun tembakau juga bertujuan menjaga lingkungan karena dengan menggunakan pestisida nabati serangga musuh alami tetap berperan sebagai factor mortalitas. Penelitian penggunaan ekstrak nikotin telah dilakukan pada bulan Juni sampai dengan September 2011, di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Malang.

Bahan yang digunakan adalah 50 gram daun tembakau Temanggung kering digiling halus. Di tambah 500 ml NaOH 5%, diaduk menggunakan stirer selama 15 menit, disaring dengan kapas kemudian filtrat disaring dengan kertas saring, diendapkan dan diekstrak dengan 500 ml pelarut ether.

Filtrat dipanaskan dengan penangas air sampai semua pelarut menguap lalu ditambah aquades,  sehingga diperoleh  500 ml. larutan nikotin yang berwarna jernih dengan kadar nikotin 590 ppm (0,059%). Larutan ini disebut Ekstrak Nikotin Formula 1.

Uji efektivitas ekstrak nikotin formula 1 berpengaruh nyata  terhadap mortalitas S. biguttula. Dengan konsentrasi 25% mampu menyebabkan mortalitas 90 %  S. biguttula pada 1 hari setelah aplikasi. Sedangkan konsentrasi 100% mampu menye-babkan mortalitas 100% pada hari pertama setelah aplikasi.

Hasil analisa probit (Gambar 2) menunjukkan LC50 dan LC95 masing–masing pada konsentrasi 21,34 dan 59,04. Nikotin efektif untuk mengendalikan hama pengisap disamping itu ekstrak tembakau juga efektif sebagai anti rayap. Semakin tinggi konsentrasi kandungan nikotin menyebabkan mening-katnya persentase mortalitas nimfa, walaupun masih belum konsisten.

Gambar 2. Hasil analisis probit.

Konsentrasi terendah 3,125% menyebabkan mortalitas 26,67% pada hari 1 setelah perlakuan, sedangkan konsentrasi 25% menyebabkan mortalitas 90%. Pada pengamatan hari ke 2, 3 dst, kumulatif mortakitas nimfa juga semakin meningkat, sampai pengamatan hari ke 5 konsentrasi 25% menyebabkan mortalitas 96,67%, insektisida nabati bisa dikatakan efektif apabila bisa menyebabkan mortalitas lebih dari 80% (Sujak/ Peneliti Balittas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *