Dorong Pengembangan dan Produktivitas Kakao, Balittri Teken Mou dengan CSP

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern yang bertumpu pada inovasi teknologi. Di tengah ancaman Covid-19 yang berdampak pada semua lini, sektor pertanian dan perkebunan dianggap mampu bertahan dibandingkan sektor industri lainnya. Termasuk juga di sektor perkebunan, berbagai cara diupayakan Kementan untuk menggenjot produktivitasnya dalam rangka memenuhi kebutuhan permintaan dalam negeri maupun melirik peluang-peluang ekspor sehingga dapat membantu memulihkan sektor perekonomian di masa pandemik ini.

Jum’at (24/7) Kepala Balai Penelitian Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Dr. Tri Joko Santoso, S.P., M.P melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Cocoa Sustainable Partnership (CSP). CSP sendiri merupakan sebuah forum komunikasi baik publik atau swasta yang secara aktif berkolabrasi dengan pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam kegiatan kakao berkelanjutan di Indonesia. Kerjasama ini dibangun untuk mendukung pengembangan komoditas kakao berkelanjutan. Pengembangan komoditas kakao ini tentu saja akan memerhatikan aspek seperti pengembangan benih yang berkualitas, penyediaan dan pemanfaatan pupuk, fasilitasi penanaman kakao berdasarkan Good Agriculture Practices (GAP), serta pengendalian hama dan penyakit.

Salah satu yang menjadi penentu faktor keberhasilan pengembangan kakao adalah dukungan ketersediaan bahan tanam unggul dan bermutu. Disinilah peran Balittri dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas kakao adalah melalui penyediaan bibit unggul. Terlebih lagi, kakao menjadi komoditas unggulan yang dimiliki Balittri, selain 15 komoditas lainnya yang juga diteliti. Kakao Klon BL-50 yang telah diteliti oleh Balittri merupakan varietas unggul dikarenakan memiliki potensi produksi yang sangat tinggi.

Kepala Balai menilai ini menjadi awal yang baik untuk membangun visi yang sama, yakni mencari formulasi terbaik dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman kakao yang nantinya bermuara pada kesejahteraan petani serta dapat merespon kebutuhan industri. Hal ini tentu saja akan sejalan dengan konsep system Double Track yang dicanangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). “Semua riset yang dilakukan oleh peneliti Balittri tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan industri dan kesejahteraan petani “, tegasnya

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *