Domestikasi Jambu Mete (Anacardium occidentale) di Kebun Percobaan Cikampek

Artikel Jambu Mete Berita Perkebunan

WARTA PERKEBUNAN – Domestikasi merupakan salah satu kegiatan pengambilan tumbuhan di tempat liar atau di sentra produksi ke dalam lingkungan baru yang akan dibudidayakan. Domestikasi dilakukan pada tanaman jambu mete karena tanaman jambu mete merupakan komoditas ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun dan buahnya dapat dimanfaatkan. Selain itu juga tanaman jambu mete mempunyai nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang sangat menguntungkan terutama pada biji olahan jambu mete.

Domestikasi dilakukan bertujuan untuk mempertahankan agar tanaman tetap bisa hidup, tumbuh dan berkembang biak  dalam lingkungan baru. Domestikasi dilakukan pada tanaman jambu mete sebanyak 16 aksesi di antaranya Konawe 1, Konawe 2, Konawe 3,  Konawe 4, Konawe 5, Konawe 6, Konawe 7, Konawe 8, KNS 1, KNS 2, Bombana 1, Bombana 2, Bombana 3, Bombana 4, Bombana 5 dan Bombana 6. Tahapan pelaksanaan domestikasi tanaman jambu mete yaitu : persiapan batang bawah, pengambilan entres, penyambungan, pemeliharaan, penanaman dan pengamatan.

Pengamatan dilakukan terhadap karakter pertumbuhan dan morfologi daun yaitu tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, jumlah daun, jumlah tulang daun, tebal daun, bentuk daun, bentuk pangkal daun, bentuk ujung daun dan bentuk tepi daun. Hasil pengamatan menunjukkan ke 16 aksesi jambu mete yang ditanam di KP  Cikampek telah terdomestikasi dengan baik. Hal ini di tunjukkan pada karakter tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, jumlah daun dan tebal daun tingkat keragamannya sangat berva-riasi. Sedangkan pada karakter bentuk tepi daun variasinya yang sangat sempit, hampir semua aksesi mempunyai bentuk tepi daun rata.

Tingkat keragaman jambu mete di KP Cikampek berkisar antara  77,5 – 93,9% terdiri dari kelompok I dan II yang dipisahkan oleh karakter  jumlah daun, tinggi tanaman, panjang daun dan panjang tangkai daun. Sedangkan tingkat keragaman di daerah asal yaitu Sulawesi Tenggara berkisar antara 24,73 – 94,86% terdiri dari dua kelompok I dan II yang dipisahkan oleh karakter panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, jumlah tulang daun dan tebal daun.

Selengkapnya klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *