Dinamika Pembungaan Jarak Pagar di Kebun Percobaan Asembagus

Artikel Jarak Pagar Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Budidaya jarak pagar yang relatif mudah, bukan berarti tidak ada kendala dalam produksi buah dan biji. Proses pertumbuhan dan perkembangannya dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Hasil pengamatan terhadap 100 genotip F1 hibrida tanaman jarak pagar hasil seleksi tahun 2011 selama musim pembuangaan di KP Asembagus menunjukkan bahwa bunga jantan dan betina dalam satu tandan tidak mekar secara bersamaan melainkan secara bertahap dengan pola yang tidak menentu.

Hal ini menyebabkan tingkat kemasakan yang berbeda-beda dalam satu tandan buah dan itu terjadi pada semua tanaman (Gambar 1). Pada pertanaman jarak pagar, persentase pembentukan bunga betina sangat rendah. Di Kebun Percobaan (KP) Asembagus, rata-rata dalam satu rangkaian bunga, hanya 1-2 bunga betina diantara 8-12 bunga jantan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Ketidak-serempakan kemasakan buah

Hasil pengamatan secara umum, bunga jantan mekar terlebih dahulu dari bunga betina, namun pada kondisi lain bunga betina mekar lebih dahulu dari bunga jantan. Jika bunga jantan mekar lebih dulu, maka perkembangan bunga betina untuk menjadi buah akan sulit, karena bunga jantan akan masak lebih dulu dan akhirnya mengering (Gambar 2), karena stigma memiliki masa reseptif tiga hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Bunga jantan

Tetapi sebaliknya, apabila bunga betina mekar lebih dulu diikuti dengan bunga jantan, maka perkembangannya akan cepat dan berkembang normal menjadi buah (Gambar 3). Secara normal bunga betina membuka 1-2 hari lebih dulu dari bunga jantan dengan jangka pembungaan 10-15 hari per infloresensia. Bunga betina memasuki masa reseptif ketika telah mekar sempurna. Biasanya bunga yang tidak terserbuki akan rontok dalam waktu empat hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Bunga betina telah menjadi buah yang telah mengering

Secara genetik, potensi pembentukan bunga betina memang rendah, tetapi berdasarkan hasil pengamatan, faktor lingkungan terutama air sangat berpengaruh terhadap pembentukan bunga, disamping ketersediaan hara dan kondisi iklim.

Pada beberapa tanaman yang diamati terdapat fenomena, ketika bunga akan mekar (terutama bunga betina) tetapi kondisi pertanamannya defisit air, maka bunga tersebut akan sulit berkembang bahkan mengering, tetapi ketika lingkungannya diberi pengairan kembali dan ditambah pupuk, maka dalam waktu 2 hari, bunga tersebut akan berkembang.

Sampai saat ini penelitian tentang biologi dan pemuliaan tanaman jarak pagar masih perlu ditingkatkan. Secara genetik dapat dilakukan melalui program seleksi, dimana dipilih tanaman yang memiliki persentase bunga betina dan pembentukan buah paling besar.

Sedangkan secara agronomi, perlu perbaikan kondisi lingkungan, sehingga mendu-kung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, perlu dilakukan pengamatan secara mendetail tentang teknik menyeragamkan pembungaan tanaman jarak pagar, mengingat tanaman ini adalah tanaman tahunan, sehingga pertumbuhannyapun juga mengalami fluktuasi karena pengaruh lingkungan (Ruly Hamida dan M. Syafi’i/Peneliti dan Teknisi Balittas).

Sumber : Infotek Perkebunan Volume 4, Nomor 11, Desember 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *