Dehidrasi dan Pembekuan Jaringan Apeks Tebu untuk Penyimpanan Jangka Panjang

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yang diperbanyak secara vegetatif. Kriopreservasi merupakan metode yang diperbanyak secara vegetatif. Dehidrasi dan pembekuan jaringan merupakan tahapan paling kritis yang menentukan keberhasilkan kriopreservasi.

Durasi rendam dalam PVS2 selama 30 menit merupakan perlakuan yang terbaik untuk dehidrasi jaringan apeks tebu PS864. Kombinasi perlakuan prakultur dengan sukrosa 0,3 M dan pemuatan dalam larutan LS selama 10 menit merupakan metode yang terbaik untuk pembekuan jaringan apeks tebu PS864.

Pada kondisi tersebut, apeks mampu bertahan hidup dan tumbuh hingga 100%, namun daya hidupnya menurun menjadi 40% pasca-pembekuan dalam nitrogen cair. Setelah kriopreservasi, biakan mampu tumbuh dengan tingkat multiplikasi tunas sekitar 10 tunas/eksplan. Ini merupakan publikasi pertama kali di Indonesia atas keberhasilan krioprservasi pada tanaman tebu.

Selengkapnya download full text : perkebunan_04.-Ika-Roostika1.pdf

Berita terkait : Jurnal Littri Puslitbang Perkebunan Vol. 21 No. 1, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *