Prof. (Riset) Dr. Ir. Deciyanto Soetopo, MS.

Peneliti

Jabatan : Peneliti Utama Bidang Hama

DECIYANTO SOETOPO Deciyanto Soetopo mendapatkan pendidikan dasar hingga sekolah menengah di Surabaya, yakni di SDN Kembang Kuning (1961 – 1967), SMPN X Kartini (1968 – 1970) dan SMAN V Wijaya Kusuma (1971-1973). Gelar sarjana pertanian dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Institut Pertanian Bogor diperoleh pada tahun 1978, dengan fokus studi pada hama tanaman kubis dan teh. Gelar Magister Sains (MS) jurusan Entomologi Pertanian diperoleh pada tahun 1984 dari Institut Pertanian Bogor, dengan fokus thesis hama lada. Pendidikan doctoral (Ph.D.) ditempuh di University of the Philippines Los Banos,Philippines dan diselesaikan pada tahun 2004, dengan fokus studi pada pengendalian hayati hama kapas

Pengalaman bekerja diawali sebagai Asisten Luar Biasa Bidang Fisika di IPB tahun 1976 – 1978. Setelah lulus S1 pada tahun 1978 bekerja sebagai peneliti di sub bagian hama di Lembaga Penelitian Tanaman Industri, yang sekarang dikenal sebagai Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, dengan fokus pada penelitian kelapa, rosela dan tembakau. Pada tahun 1984 ditugaskan sebagai peneliti hama pada Balai Penelitian Tanaman Industri (Balittri), Bogor, yang pada tahun 1985 berubah tugas pokok, mandat dan namanya menjadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), dengan fokus perhatian pada penelitian hama lada, nilam, dan mentha. Selama bekerja di Balittro yang bersangkutan diberi kepercayaan menduduki Jabatan Kepala Seksi Informasi dan Perpustakaan (1988 – 1995), Koordinator Penelitian Kerjasama Baliittro (1988 – 1995), Koordinator/Wakil Koordinator Program Penelitian Lada, Pemimpin Bagian Proyek Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (1995 – 1997), Ketua Kelti Hama dan Penyakit Tanaman (1995 – 2000), Ketua Korpri Sub Unit Puslitbangbun- Balittro 2 periode (1999 – 2004 dan 2004 – 2009). Pada tahun 2004 – 2005 ditugaskan sebagai kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau dan sebagai peneliti yang melakukan penelitian dan pengkajian komoditas padi, integrasi sawit-ternak dan pembuatan kompos tandan sawit kosong. Pada tahun 2005 – 2010 mendapat kepercayaan sebagai kepala Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas), Malang, Jawa Timur, sebagai peneliti hama kapas. Selanjutnya pada tahun 2011, ditugaskan sebagai profesor riset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor, dengan fokus perhatian pada penelitian dan pengembangan tanaman tebu.

Jenjang jabatan fungsional penelitian tertinggi sebagai Peneliti Utama pada bidang hama tanaman dicapai pada tahun 2008 dan dikukuhkan sebagai Profesor Riset Bidang Hama Tanaman pada tahun 2010 dengan orasi berjudul ”Pengendalian Penggerek Batang Lada Menghadapi Isu Pembatasan Residu Pestisida”.
Karya tulis ilmiah yang telah dihasilkan sebanyak 103 judul, dalam bahasa Indonesia dan Inggris, terutama berkaitan dengan komoditas lada dan kapas, baik sebagai penulis tunggal maupun co-author, serta aktif mengikuti seminar dan pertemuan baik di dalam maupun luar negeri. Pernah duduk sebagai ketua Komisi Naskah Balittro (1995 – 1999), ketua/anggota Editor Warta Penelitian TRO (1988 – 1995) dan Warta Penelitian Tanaman Industri (1999 – 2001), ketua/anggota editor beberapa jurnal penelitian (Journal of Spice and Medicinal Crops Research-berbahasa inggris, Buletin Littro, Edisi Khusus Littro, Jurnal Litbangtri/bun), dan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, ketua/anggota editor 25 prosiding ilmiah, ketua/anggota panitia pengarah berbagai pertemuan ilmiah, ketua/anggota panitia pelaksana lebih dari 30 pertemuan ilmiah.

Prof. Deciyanto juga aktif sebagai pengurus/anggota beberapa organisasi profesi ilmiah dan kemasyarakatan (Perhimpunan Entomologi Indonesia, Masyarakat Rempah Indonesia, Perhimpunan Perlindungan Tanaman Indonesia, Perhimpunan Pengendalian Hayati).

Sebagai peneliti, ia telah melakukan pembinaan ilmiah (membimbing/mengajar/menguji) mahasiswa S1 dan S3 pada beberapa perguruan tinggi, yaitu IPB, Universitas Pakuan, Universitas Nasional, Universitas Pancasila, Universitas Islam Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Riau, dan Universitas Mercu Buana. Menjadi Mitra Bestari pada Jurnal Agrivita Unibraw dan Jurnal Perkembangan Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika.

Informasi terkait : Klik disini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *